1. Exquisite Tweets from @pinotski

    snydezCollected by snydez

    Pengen berpetualang melihat dunia tapi kondisi ekonomi tidak memungkinan, apalagi sudah ada dua balita. Akhirnya, sekalian merantau.

    Reply Retweet Like

    Hari ini 10 tahun lalu, pertama kalinya gue menginjakkan kaki di daratan asing untuk memulai ekspedisi melihat dunia: Kuwait.

    Reply Retweet Like

    Di sini belajar untuk mandiri, terbuka pada budaya, tata krama, bahasa orang lain & yang terpenting belajar LDR dng keluarga di kampung.

    Reply Retweet Like

    Lalu teringat sesama pekerja Indonesia di sini yg nasibnya tidak sebaik gue. Bertahun2 jauh dari keluarga. Atau yg survive hingga 10 tahun.

    Reply Retweet Like

    Lalu seorang sesepuh di sini bilang "Nikmati aja, anggap sebagai bagian dari latihan utk memulai petualangan." 💪

    Reply Retweet Like

    Dan tidak berasa selama 10 tahun, kami sudah melakukan beberapa ekspedisi melihat dunia. Awalnya yg deket2 Kuwait dulu: Jordan.

    Reply Retweet Like

    Travelling dng anak-anak itu lebih menantang & rewardnya melebihi apa yang kami harapkan. Lebih repot? Nggak, lebih seru aja.

    Reply Retweet Like

    Dan lebih seru untuk dijadikan bahan tulisan di buku kelak. Siapa tahu krucil yang nulis.

    Reply Retweet Like

    Ekspedisi berikutnya Turki. Di sini kami berkenalan dengan suhu yg jauh lebih rendah dibanding Kuwait saat musim dingin.

    Reply Retweet Like

    Dan yang menarik, makin jauh petualangannya, krucil malah jadi makin ngindonesia. Tiap lihat yg ada Indonesianya, mereka excited.

    Reply Retweet Like

    Beberapa video blog saat ekspedisi Turki bisa ditengok di sini youtu.be/9SX0GG8oRy0

    Reply Retweet Like

    Travelling dng anak2 itu harus disesuaikan dng kondisi mereka. Maka kami hanya bisa menjelajah sekitar Istanbul. Belum siap utk lebih jauh.

    Reply Retweet Like

    4 hari ngapain juga maksa keluyuran jauh2. Wong seputaran Sultanahmet banyak spot seru. Kebetulan nginepnya juga di situ.

    Reply Retweet Like

    Ekspedisi selanjutnya ngga jauh dari kampung halaman: Singapura. Tim ekspedisi nambah satu bayi. Dan tantangannya lebih seru lagi.

    Reply Retweet Like

    Akhirnya semua anggota tim ekspedisi belajar menaklukkan rasa tidak nyaman, terutama udara lembab. Salah satu solusi: makanan & banyak rehat

    Reply Retweet Like

    Ekspedisi jelajah dunia kami naikkan levelnya: Inggris. Berhubung banyak penerbangan murah dari Kuwait & urus visa lebih gampang di Kuwait.

    Reply Retweet Like

    Di ekspedisi ini semua anggota tim tumbang jatuh sakit. Malam tahun baru juga lebih memilih tidur di wisma Indonesia. Teler.

    Reply Retweet Like

    Kebetulan memang berangkat dari Kuwait, tubuh sedang tidak fit dan diperparah udara yg lebih dingin lagi dibanding saat di Turki.

    Reply Retweet Like

    Walau mengalami kendala kesehatan, kami tetap berusaha utk eksplorasi dalam keterbatasan: bikin Vine 😂 twitter.com/pinot/status/6…

    Pinot W. Ichwandardi @
    Teleport from Kuwait to Stonehenge. #pinoditart #VimeUK vine.co/v/hVpFjYHrbYU

    Reply Retweet Like

    Lalu bagaimana dengan ekspedisi di Indonesia? Tenang. Walau kami merantau jauh, kami tetap membawa krucil utk eksplorasi negeri sendiri.

    Reply Retweet Like

    Dengan bekal ekspedisi2 itu, kami berharap bisa menambah wawasan krucil, berempati dng banyak suku bangsa & makin bangga sbg anak Indonesia.

    Reply Retweet Like

    Kalau itu diawali saat mulai caper di Vine 2013. Lalu ada tawaran jadi influencer oleh agency di NY.

    2014 iseng nanya ke agencynya, boleh ngga gue kerja full time di NYC? Iseng-iseng berhadiah. Dan malah panik ketika di-iya-in 😂

    Reply Retweet Like

    Proses visa kerja berjalan cukup lama sampai kami harus pulang for good dari Kuwait. 5-6 bulan hidup dari tabungan & krucil ga sekolah.

    Reply Retweet Like

    Selama masa penantian itu dibikin hepi aja. Dapet visa alhamdulillah, nggak ya coba strategi lain. Ekspedisi ngga bole brenti.

    Reply Retweet Like

    Visa disetujui Januari 2015. Februari kami berangkat. Mulai lagi petualangan baru. Excited & sedih jadi satu krn pisah lg dng keluarga besar

    Reply Retweet Like

    Dan tahu2 bisa 'pelesir' ke New York tanpa keluar biaya - wong ditanggung perusahaan hahaha Modalnya cuma karya & nekat sekeluarga.

    Reply Retweet Like

    Kami menganggap semua ini rejekinya anak-anak dari Dia, Sang Maha Perencana. Semua akan terwujud saat kita dianggap siap oleh Nya.

    Reply Retweet Like

    Latihan mental dulu. Buat diri sendiri dan keluarga besar. Merantau itu butuh suka dan duka.

    SMP gue jadi anak culun & kuper. Tapi banyak yg pengen kenal krn demen nggambar komik. Ngga ada yg bully krn takut ngga digambarin karikatur

    Reply Retweet Like

    SMP juga belajar shooting video, belajar bikin video klip. Jadi kalo ada acara ultah gue dijamin dapet tugas dokumentasi.

    Reply Retweet Like

    Intinya, di usia sekolah gue udah diajarin bokap, apa kontribusi positif dari skill & passion gue pada lingkungan sekitar. Termasuk sekolah.

    Reply Retweet Like

    Belajar jadi 'bintang kelas' tanpa hrs jadi bintang kelas. Ngga papa rapor biasa2 aja asal tetep nggambar. Yang penting ngga tinggal kelas.

    Reply Retweet Like

    Ngga ada kuncinya, lha pintunya ngablak. Tinggal apakah kitanya penasaran pengen tahu utk selalu mencoba (dan berkarya)

    Ngikut kemana aja air mengalir. Mana yg terbaik buat masa depan anak-anak aja, sambil menyiapkan beberapa plan dari A sampai Z

    Kenali potensi dan minat dari usia dini. Supaya dia punya bekal di usia dewasa hingga punya koleksi cita-cita yg cukup di masa datang.

    Reply Retweet Like

    Jelas lebih enak di rumah. Tapi kalo keenakan kami jadi gelisah. Makanya lebih memilih keluyuran. Dan malah jadi makin cinta negeri sendiri.

    Dan rasanya lebih bangga ketika ngomong ke orang lain "We're Indonesian"

    Reply Retweet Like

    Yang terpenting saat merantau, apa pun masalahnya, jangan terlepas dengan keluarga. Apalagi dengan istri & anak-anak.

    Reply Retweet Like

    Buat kami, purpose dr semua kehidupan ini adl utk anak-anak. Karir, cita-cita, impian ortu sudah berpindah jadi energi baru di jiwa mereka.

    Reply Retweet Like