1. Exquisite Tweets from @yoyen

    snydezCollected by snydez

    Menepati janji kemarin, gw sekarang akan cerita lumayan panjang tentang sejarah Depok dan penduduknya. THREAD

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Tepatnya sejarah kolonial Depok dan penduduknya. Ini menyangkut kota Depok di Jawa Barat yang letaknya di antara Jakarta - Bogor.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Pendiri kota ini adalah Cornelis Chastelein, orang Belanda keturunan pria Perancis, yang disebut kaum Huguenot. Bapaknya Cornelis ini kabur

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    dari Perancis ke Belanda karena masa itu (akhir 1500 - awal 1600) semua penduduk Perancis harus beragama Katolik, sementara dia Protestan.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Umur 17 tahun, 24 Januari 1675 Cornelis Chastelein berangkat ke Hindia Belanda mengadu nasib. Dia ini pinter, karirnya cemerlang.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Mulai kerja di kantor VOC di Batavia sebagai akuntan. Karirnya pesat. Tahun 1682 Chastelein jabatannya Groot winkelier, seperti purchaser

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    3 tahun kemudian dia naik jabatan jadi Tweede Oppercoopman des Casteels des Batavia. Sekarang seperti wakil purchaser director.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Eh tapi ngga lama dia diberhentikan dengan terhormat oleh VOC. Gossipnya itu Chastelein ngga akur sama Johan van Hoorn, direktur jendralnya

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    VOC yang baru. Kenapa cerita riwayat Chastelein dengan info karirnya? Karena dia akhirnya jadi orang kaya dan bisa beli tanah/property.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Dari 1691 - 1704 Chastelein beli sejumlah tanah. Tahun 1695 dia beli Srengseng (di naskah kuno Belanda ejaannya Sringsing) paal 17.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    18 Mei 1696 Chastelein beli tanah di Depok, lokasi paal 21, jarak 32 km dari Batavia. Lokasi menurut arsip: di antara Ciliwung & Pesangrahan

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Tahun 1704 Chastelein beli lagi tanah memperluas propertynya. Tanah ini dia namakan Weltevreden. Sekarang ini UI, Gunadarma dan sekitarnya.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Chastelein tinggal di Depok sebagai tuan tanah. Dia bereksperimen dengan menanam kopi. Konon Chastelein juga membangun kebun binatang.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Di Depok pula Chastelein eksperimen dengan membuka perkebunan merica. Chastelein tinggal kesepian sih di tanahnya yang luas, walau dia kaya

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Untuk mengelola perkebunan kopi dan mericanya, Chastelein memperkerjakan budak. Semakin tua dia semakin anti perbudakan.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Untuk perkebunan kopi dan mericanya ini bahkan Chastelein mendatangkan budak dari Ambon yang bernama Loens & Laurens.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Selain dari Ambon, Chastelein membeli juga beberapa budak dari Bali, Jawa, Bugis, Sunda, Mardijkers (budak keturunan Portugis).

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Nah, para budak ini yang terdiri dari 12 keluarga, yang akhirnya mewarisi kekayaan Chastelein setelah dia meninggal.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Kembali ke Chastelein, tahun 1704 Chastelein bekerja lagi di VOC sebagai penasihat dewan luar biasa. Tahun 1705 dia naik sebagai anggota

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Dewan Hindia Belanda. 1708 Chastelein ditunjuk sebagai anggota luar biasa dewan Hindia Belanda, gajinya 350 gulden/bulan. Tajir!

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Hidup sebagai pejabat VOC, Chastelein tetep punya perkebunan itu dimana budak-budaknya bekerja di Depok. Tahun 1714 Chastelein meninggal.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Dalam testamennya Chastelein menganugrahkan tanah sebesar 1240 hektar ke 12 keluarga budaknya, dengan syarat mereka harus menjadi kristen.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    5 dari 12 budak ini memang sebelum kerja untuk Chastelein di Depok sudah Kristen/Katolik, sisanya dikristenkan selama bekerja di sana.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Nah ke 12 budak dan keturunannya ini yang akhirnya dikenal sebagai Belanda Depok. Ini nama belakang mereka:

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Bacas, Isakh, Jacob, Jonathans, Joseph, Laurens, Leander, Loen, Sadokh, Samuel, Soedira en Tholense. #belandadepok

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Mengenai arti nama Depok sendiri? Ini konon artinya De Eerste Protestantse Overzeese Kristengemeente, Dalam bahasa Indonesia

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Depok artinya Gereja Kristen Protestan Pertama di sebrang laut (Overzeese - over sea). Ini memang niatnya Chastelein evangelisasi.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Inget latar belakang bapaknya yang kabur dari Perancis ke Belanda karena dia beragama Kristen Protestan? Ini pengaruh besar ke dia.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Nah sampe di sini info yang sama tentang Depok bisa loe baca juga di WIkipedia Indonesia, Belanda bahkan Inggris. Sekarang lanjut lagi ya.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Awalnya Chastelein merekrut budak-budak itu jumlah mereka totalnya 128 orang, terdiri dari 12 keluarga.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Waktu dia meninggal tahun 1714 para budak beranak pinak dan jumlah totalnya 200an orang. Mereka semua berhak dapet warisannya Chastelein.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Ini info detil warisannya Chastelein untuk para 12 keluarga budak. Selain tanah di Depok (yang disebut Depok Lama), warisannya itu

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    300 sapi, (catatan: hanya boleh jagal 1 sapi/minggu), koleksi instrumen alat musik, 2 gamelan lengkap, 60 tombak berlapis perak.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Itu warisan bersama untuk 12 keluarga ya. Selain itu tiap keluarga mendapat 15 gulden. Pokoknya Chastelein sangat peduli dengan

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    kesejahteraan mereka. Dan dia bermimpi bahwa mereka akan menjaga tanahnya dengan baik, hidup sesuai ajaran agamanya dll...dll.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Disamping semua warisan harta, Chastelein juga menulis dalam testamennya agar para 12 keluarga ini menjaga/mengelola tanahnya bersama-sama.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Sebagai orang Kristen yang religius Chastelein juga melarang para 12 keluarga budak untuk berdagang candu (jaman itu normal dagang candu).

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Dan yang terakhir, apa pun yang terjadi, jangan jual tanah Depok sebesar 1240 hektar itu. Tanah ini harus ditangan 12 keluarga budak.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Menurut sensus jaman itu, penduduk Depok Lama (12 keluarga budak Chastelein dan keluarganya) 25% dari jumlah wilayah Depok.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    75% penduduk di Depok yang makin membesar Muslim. Mereka hidup berdampingan waktu itu dengan harmonis.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Balik bentar ke setelah Cornelis Chastelein meninggal ya. Dia itu menikah, punya 1 anak kandung lelaki dan 1 anak angkat perempuan.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Anak angkat perempuannya campuran Belanda Indonesia. Anak kandungnya yang lelaki, menikah juga dan dia meninggal. Jandanya anaknya ini nikah

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Menikah lagi dengan 1 orang Belanda. Nah ini dia biang kerok yang menghalangi warisan Chastelein untuk 12 keluarga budak itu. Beberapa tahun

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Berlalu sampai proses ke Batavia, akhirnya status Depok jatuh di Reglement Particuliere Landerijen; peraturan tanah partikulir/pribadi.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Maaf, gw lupa tulis walau 12 keluarga ini bekerja di Chastelein awalnya sebagai budak tapi akhirnya dibebaskan.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Mulai sekarang gw tulis mereka sebagai 12 keluarga Depok Lama ya, biar jelas. Nah setelah mereka dapet warisannya itu, mereka menjalankan

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Apa yang Chastelein tulis dalam surat wasiatnya. Depok berkembang jadi satu kota yang strukturnya bagus. Ada dewan berkuasa 2 tahun.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Ada penasihat, bahkan ada presiden. Semua anggota 12 keluarga Depok Lama boleh dipilih dan memilih, perempuan juga boleh. Tapi presiden

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    lelaki. Pemasukan untuk kas Depok didapat dari jasa dan barang. Beberapa bagian tanah disewakan ke penduduk sekitar. Kalau ada kejahatan

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    diselesaikan dengan hukum dewan. Depok punya polisi juga, kepala polisinya diangkat oleh asisten residen Buitenzorg (Bogor).

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Masa kejayaan Depok sebagai wilayah yang berfungsi sosial ekonomi dan politiknya itu pertengahan abad 19 (sejak 1850an). Sosial ekonomi ok

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Di Depok Lama di sebelah gereja, dibangun sekolah. Sekolah ini statusnya istimewa. Menurut pemerintah pusat di Batavia ini sekolah pertama

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Untuk Kristen pribumi. Menarik ya, karena 12 keluarga Depok Lama walaupun ngga ada darah Belandanya merasa identitas mereka ya Belanda.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Sejak itu muncul istilah Belanda, padahal pemerintah Belanda di Batavia juga melihat mereka sebagai inlander.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Sekolah ini pelopor faslitas pendidikan untuk pribumi. Akhirnya muncul sekolah kejuruan, perawat, sekolah untuk ambtenaar pribumi dll.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Awal muncul sekolah ini memakai bahasa Melayu, akhir 1800an semua sekolah ini memakai bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Karena fasilitas pendidikan ini banyak Depokkers (orang Depok Lama) yang jadi ambtenaar dengan jabatan lumayan tinggi untuk kelas pribumi.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Depok waktu itu juga jadi pusat pendidikan untuk zendeling/misionaris untuk pelatihan penyebar agama Kristen/Katolik.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Sejalan dengan situasi masa itu dan perkembangan Depok yang pesat, para 12 keluarga Depok Lama dan keturunannya punya identitas sendiri.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Kristen dan berfungsi 100% dengan bahasa Belanda tapi juga berbeda dari Belanda asli yang menguasai Indonesia.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Nasib Depok sebagai wilayah yang makmur dan sejahtera berakhir setelah Perang Dunia II mulai. Jepang masuk ke Depok dan melihat penduduk

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Depok Lama (keturunan 12 keluarga Depok Lama) sebagai antek-antek Belanda. Tapi mereka ngga harus masuk kamp interniran.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Setelah Perang Dunia II, parah di Depok. Tahu Periode Bersiap? Para pemoeda menjarah semua yang berbau Belanda/asing? Depok kena juga.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Menurut arsip di Belanda ada 35 orang Depok yang dibunuh para pemoeda. Sisanya diangkut ke Bogor, ditahan di beberapa kamp. Ini info dari

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    arsip dan kesaksian anggota 12 keluarga Depok Lama yang akhirnya melarikan diri ke Belanda. Gw kenal beberapa Jonathans, Jacob & Ishak.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Sadis deh sejarahnya dan akhirnya setelah Perang Dunia II beberapa tanah Depokkers di sita pemerintah. Dulu itu lahan UI & Gunadarma

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Punyanya Belanda Depok. Setelah periode Bersiap, ada beberapa dari 12 keluarga yang ke Belanda, beberapa tetap tinggal di sana.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Yang tinggal di Depok, mendukung Soekarno dan memakai bahasa Indonesia dalam komunikasi sehari-hari.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Nasib malang lagi setelah G30S PKI. Depok rusuh. Beberapa penduduk sekitar membakar beberapa rumah dan menganiaya beberapa pria Depokkers.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Setelah kejadian ini ada lagi beberapa keluarga yang imigrasi ke Belanda karena tidak merasa aman tetap tinggal di Indonesia.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Sampai sekarang pun hubungan Depokkers, keturunan 12 keluarga Depok Lama baik yang tinggal di Depok maupun di Belanda tetap erat.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Ada beberapa yayasan, websites untuk menjaga silaturahmi dan berbagi info tentang sejarah istimewa daerah ini. Konon tahun 1998 12 nama

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Keluarga Depok Lama ini dipahat di pintu gereja GPIB Depok Lama ya? Ini gw denger dari temen gw yang namanya Jonathans. Dia anggota milis :)

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Sekian ceritanya tentang Depok. Sumber gw dari berbagai buku dan obrolan dengan keturunan Depokkers di NL Terima kasih yang udah baca.

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva

    Gempor juga ya ngetwit sejam lebih ha...ha..Nanti gw buat moment deh cerita ini. Sekali lagi, makasih yang udah baca ya. Dag!

    Reply Retweet Like

    yoyen

    Lorraine Riva