1. Exquisite Tweets from @sasisudibyo, @tikabanget

    snydezCollected by snydez

    Dari kedua kejadian itu ku banyak belajar dan bersyukur.
    And you guys,
    Late 20's early 30's singles out there,
    Should, too.

    Bahwa, menikah muda itu boleh saja. Wanita 16 tahun pria 18 tahun sudah diperbolehkan menikah.

    Masalahnya:
    SIAP NGGAAAAAKKKK?

    Reply Retweet Like

    sasisudibyo

    Sasi Kirana Sudibyo

  2. Ah ku mau cerita juga soal ini.
    Obrolan dengan seorang Mas-Mas psikolog.

    Tentang apa itu maksud dari dewasa.

    Ahseeeg.. Mbahas dewasa kok piye..

    tikabanget

    Atika Nurkoestanti

  3. Begini kira-kira obrolan kami waktu itu.
    Obrolan daku dan Mas-Mas Psikolog.

    Daku: "Mas. Sebenarnya orangtua itu harus mengasuh anak sampai kapan tho?"

    Si Mas: "Sampai si anak dewasa, Dek.."

    Daku: "Lha dewasa itu ukurannya apa tho, Mas? Kalau udah punya KTP? Udah kerja? Apa?"

    Reply Retweet Like

    tikabanget

    Atika Nurkoestanti

  4. Si Mas: "Hahaha. Wah ini panjang nih.
    Jadi kan soal dewasa ini ada beberapa definisi ya.
    Dari sisi legal formal, ya dewasa mulai dari umur 17 tahun.
    Dari sisi fisiologis? Ya dewasa mulai ketika fungsi reproduksi siap.
    Yg Tika tanya itu adlh dewasa dari sisi psikologis. Mental."

    Reply Retweet Like

    tikabanget

    Atika Nurkoestanti

    Daku: "Nah itu gimana tuh, dewasa dari sisi mental?
    Jadi mental kayak apa dong yang udah bisa dikategorikan dewasa?"

    Pepet teruuss..

    Si Mas: "Wah kamu kok kayak dosen pembimbingku, Dek.
    Jadi tho, manusia dikatakan dewasa secara mental itu bisa diukur dari 3 hal.

    Satu..."

    Reply Retweet Like

    tikabanget

    Atika Nurkoestanti

    Si Mas: "... Satu, orang itu SANGGUP mengelola dirinya secara mandiri.
    Sanggup, artinya MAU dan MAMPU.
    Karena kl mampu tapi gak mau, ya berarti gak sanggup.
    Kalau mau tapi gak mampu, sama juga gak sanggup.

    Nah sanggup mengelola diri sendiri ini, berkaitan dgn SANGGUP BERPIKIR.."

    Reply Retweet Like

    tikabanget

    Atika Nurkoestanti

    "Kenapa kok kesanggupan mengelola diri sendiri ini perlu kesanggupan berpikir?
    Ya karena fungsi pengelolaan diri melibatkan kegiatan berpikir.

    Orang yg mampu berpikir, belum tentu mau mengelola dirinya sendiri.
    Lalu gimana?
    Ya jadinya bergantung pada orang lain.
    Belum dewasa."

    Reply Retweet Like

    tikabanget

    Atika Nurkoestanti

    Daku: "Wah iya jg. Mampu belum tentu mau. Mau belum tentu mampu.."

    Si Mas: "Yha. Begitulah.
    Sanggup itu berarti MAU dan MAMPU.
    Kl seseorang sampai di usia legal dewasa blm punya mental dewasa, maka bs terjadi 2 hal.
    Dia akan bergantung ke org lain.
    Atau memanfaatkan org lain."

    Reply Retweet Like

    tikabanget

    Atika Nurkoestanti

    Daku: "Oke. Aku paham.
    Mmmm, berarti aku harus gimana dong ke anakku biar dia bisa sanggup mengelola diri sendiri?"

    Si Mas: "Wa itu jawabannya panjang lagi. Hahahaha.
    Tapi prinsipnya sih ya, kamu hrs bantu anakmu kenal dirinya sendiri. Terbiasa dengan dirinya.
    Kenapa kok gitu?"

    Reply Retweet Like

    tikabanget

    Atika Nurkoestanti

    "Karena hanya dengan mengenal dirinya sendiri, dengan terbiasa menjadi dirinya sendiri, maka dia lalu bisa mengelola diri sendiri dengan maksimal.

    Lha ibaratnya mau nyetir mobil, kan harus kenalan dulu sama instrumen mobil. Harus membiasakan dengan kopling, mindah gigi dll dsb"

    Reply Retweet Like

    tikabanget

    Atika Nurkoestanti

    Daku: "Lha itu gimana caranya bikin anak kenal dengan dirinya sendiri ya?
    Wong Emaknya aja merasa belum kenal diri sendiri 😐😐"

    Si Mas: "Dek. Fokus, Dek.. Kita bahas soal dewasa mental dulu yaaa.. Hahaha.."

    Daku: "Oh. Siyap.. 🙈 Terus terus ukuran ke-2 dewasa mental itu apa?"

    Reply Retweet Like

    tikabanget

    Atika Nurkoestanti

    Si Mas: "Oke. Lanjut.
    Tadi kan poin 1 tentang sanggup mengelola diri sendiri.

    Yang ke-2, adalah kesanggupan belajar dan menguasai hal baru.
    Mau dan mampu beradaptasi dengan beragam situasi yang akan dia hadapi.

    Ingat ya. Mau belum tentu mampu.
    Mampu belum tentu mau."

    Reply Retweet Like

    tikabanget

    Atika Nurkoestanti

    Daku mengangguk.
    Merasa ciut.
    Aku belum dewasa berarti.
    Fiuh fiuh fiuh.

    Si Mas: "Ya dalam hidup kan gak mungkin semua bisa diprediksi.

    Selalu ada hal baru yg blm kita kuasai.
    Selalu ada situasi baru yg blm pernah kita hadapi.
    Selalu ada zona baru yg blm pernah kita masuki."

    Reply Retweet Like

    tikabanget

    Atika Nurkoestanti

    Waduh ini kok panjang bener ya.
    Lanjutin gak ya. 😐😐

    Bentar. Zora pup..

    Reply Retweet Like

    tikabanget

    Atika Nurkoestanti

    Si Mas: "Jadi tugasmu, Dek, adalah membantu anakmu utk terbiasa kenalan dengan hal-hal baru. Membantu anakmu merasa percaya kalau dirinya sendiri bisa belajar hal baru, bisa menguasai hal baru."

    Daku menyimak khidmat.
    Wah ini sih kayaknya Emaknya duluan yg harus belajar dewasa.

    Reply Retweet Like

    tikabanget

    Atika Nurkoestanti

    Daku: "Siyap. Sebenarnya kok pengen tanya gimana caranya si anak bisa pede buat kenalan hal-hal baru, tapi nanti pasti disuruh fokus lagi.. Hahaha.."

    Si Mas: "Hahaha.. Jitak.
    Lanjut ya.

    Jadi 1, sanggup mengelola diri.
    2, sanggup belajar dan menguasai hal baru.
    Nah, yg ke-3.."

    Reply Retweet Like

    tikabanget

    Atika Nurkoestanti

    "Ukuran ke-3, orang itu dewasa mental kalau dia sanggup (berarti mau dan mampu ya) untuk terlibat kehidupan sosial.

    Karena gak mungkin manusia hidup sendiri kecuali terdampar di pulau kayak pilem Cast Away.
    Bahkan Tarzan aja bersosial sama kumpulan gorila dan binatang di hutan."

    Reply Retweet Like

    tikabanget

    Atika Nurkoestanti

    Daku: "Mmm... Jd kl ada yg bilang 'Kan kamu sudah dewasa. Mbok nikah', itu gimana?"

    Si Mas: "Tantangannya memang di masyarakat luas, hanya definisi umur dan kesiapan reproduksi aja yg dipakai utk ukuran bahwa seseorang siap menikah.
    Krn mental itu kadang ya perkara gaib."

    Reply Retweet Like

    tikabanget

    Atika Nurkoestanti

    Daku: "Eh kalau pertanyaanku tadi gimana, Mas?
    Gimana caranya anak bisa kenal dirinya sendiri?
    Gimana caranya anak bisa pede belajar hal-hal baru?"

    Si Mas: "Nah itu soal parenting, Dek.
    Ya parenting itu kan memang proses membangun kedewasaan mental anak.."

    Reply Retweet Like

    tikabanget

    Atika Nurkoestanti

    Ya begitulah obrolan waktu itu sama si Mas.

    Jadi ingat obrolan ini gara-gara baca threadnya Mbak @sasisudibyo 😘

    Memang ya perkara nikah muda tanpa mental yg cukup aja bisa bikin gonjang-ganjing.
    Apalagi kalau ditambah punya anak ketika mental dewasa blom tergembleng.

    Reply Retweet Like

    tikabanget

    Atika Nurkoestanti

    Kan jadi ingat quote di buku ini.

    "Pastikan kita sudah selesai jadi anak-anak agar tidak terjebak dalam strategi kekanakan menghadapi anak"

    Sudah selesai jadi anak-anak ini PR ya.

    Reply Retweet Like

    tikabanget

    Atika Nurkoestanti