1. Exquisite Tweets from @GiaPratamaMD

    snydezCollected by snydez

    Setelah landing di Bali saat keluar dari Ngurah rai, Sebuah patung megah menyambut. teman2 yg prnh ke Bali, pasti prnah lihat patung ini, dan mgkn hanya berpikir "wah keren ya" abis itu udah, dilewatin begitu aja.

    Hari ini saya mau cerita getiran di balik kisah patung tersebut.

    Reply Retweet Like

    GiaPratamaMD

    dr. Gia Pratama - Perikardia

    Ada tiga tokoh di kesatuan patung ini.

    Yang pertama, The real Badass Hero, GatotKaca, yang dengan gagahnya mendarat mendadak dari udara dengan menginjak dua kepala kuda yg sedang menarik 2 tokoh lain di atas kereta.

    Reply Retweet Like

    GiaPratamaMD

    dr. Gia Pratama - Perikardia

    Tokoh kedua, Adipati Karna, jendral dermawan, tokoh kaum dhuafa, tapi sayangnya berada di kubu sebelah.

    Dia sedang memegang busur panah dan sebuah tombak sakti, tampak sigap dengan kedatangan musuhnya, yg juga keponakannya.

    Reply Retweet Like

    GiaPratamaMD

    dr. Gia Pratama - Perikardia

    Tokoh ketiga,
    Pak kusir yang sedang bekerja. Mengendarai kuda supaya baik jalannya. Hei,
    Tuk-tik-tak-tik-tuk tik-tak-tik-tuk tik-tak-tik-tuk....
    Tuk-tik-tak-tik-tuk tik-tak Suara sepatu kuda.

    Dengan wajah tersirat,
    "Anjir, ngapain gue disini?".

    Reply Retweet Like

    GiaPratamaMD

    dr. Gia Pratama - Perikardia

    Kesatuan patung2 ini menggambarkan salah satu momen di perang Baratayuda, Perang terdahsyat pada masanya. Adipati Karna sesungguhnya tidak sedang sedang ingin bertarung dengan Gatot Kaca, melainkan sedang menuju tempat Arjuna berada, yaitu di depan Monas. 😆

    Reply Retweet Like

    GiaPratamaMD

    dr. Gia Pratama - Perikardia

    Tentang perang baratayuda, baca sendiri ya, kenapa bisa terjadi, seluas dan sebesar apa perangnya, tapi sebagai gambaran, ini daftar jumlah orang dan binatang yg bertarung di perang itu, benar2 dahsyat dan masif.

    Reply Retweet Like

    GiaPratamaMD

    dr. Gia Pratama - Perikardia

    Di beberapa hari setelah perang berkecamuk, Penasihat Kubu Pandawa, Prabu Krisna mendengar bahwa Adipati Karna akan turun gelanggang. Dia sangat mengenal Karna dan tahu bahwa Karna memiliki senjata sakti berupa tombak pendek, bernama Konta.

    Reply Retweet Like

    GiaPratamaMD

    dr. Gia Pratama - Perikardia

    Tombak Konta ini serupa peluru kendali jarak pendek, yg bila dilepaskan dia akan mengikuti sasarannya kemanapun dia pergi. Dan pasti akan berhasil membunuh sasarannya, kelemahannya hanya 1,tombak ini hanya bisa sekali pakai.

    Reply Retweet Like

    GiaPratamaMD

    dr. Gia Pratama - Perikardia

    Karna sudah menetapkan sasarannya yaitu Arjuna.

    Krisna mengetahui hal ini, dan berpikir keras, tidak boleh Arjuna mati, Pandawa harus tetap Lima, kematian arjuna akan menjadi awal kekalahan perang ini.

    Reply Retweet Like

    GiaPratamaMD

    dr. Gia Pratama - Perikardia

    Harus ada yg mampu mencegah Adipati Karna, sayangnya Karna itu juga jago panah dan jago bertarung dengan pedang, dia tidak perlu Tombak Konta untuk mengalahkan siapapun yg menghalanginya menuju Arjuna.

    Reply Retweet Like

    GiaPratamaMD

    dr. Gia Pratama - Perikardia

    Krisna kembali berpikir keras, siapa yang sanggup mengemban misi ini? Yang mampu memaksa Karna mengeluarkan Tombak Konta. Trus hening sejenak, bukan hanya itu, tapi orang yang juga ikhlas mengorbankan nyawanya demi Arjuna.

    Tidak ada yg bisa selamat dari Tombak Konta.

    Reply Retweet Like

    GiaPratamaMD

    dr. Gia Pratama - Perikardia

    Terbersit di kepalanya 1 nama, Gatot Kaca, hanya dia yg bisa mengemban misi ini.

    Gatot Kaca org istimewa, dia memiliki campuran Gen yg dahsyat, ayahnya adalah Pandawa terkuat, Bima. Ibunya adalah Keturunan bangsa Rhaksasa yg anomali karena berukuran kecil, bernama Arimbi.

    Reply Retweet Like

    GiaPratamaMD

    dr. Gia Pratama - Perikardia

    Gatot Kaca mewarisi kekuatan kedua orang tuanya.

    Ketika Gatot Kaca bayi, tali pusatnya tidak lepas2, dan sampai usia 1 tahun, semua senjata yg dipakai untuk memutus tali pusatnya gagal semua. Baik itu pisau, pedang, tombak, bahkan Kapak.

    Reply Retweet Like

    GiaPratamaMD

    dr. Gia Pratama - Perikardia

    Om nya Gatot kaca, org paling Ganteng di Pandawa, iba terhadap keponakanny. sehingga dibawalah bayi tersebut ke Hutan suci, untuk meminta kepada para dewa utk dibantu melepaskan tali pusatnya ini.

    Reply Retweet Like

    GiaPratamaMD

    dr. Gia Pratama - Perikardia

    Batara Narada turun ke hutan suci sebagai utusan dari Kahyangan, membawa sebuah senjata yang akan sanggup memotong tali pusat Gatot Kaca, diberikanlah Tombak Konta pada orang Ganteng yang sedang berdoa di Hutan tersebut, lalu dia kembali ke Kahyangan.

    Reply Retweet Like

    GiaPratamaMD

    dr. Gia Pratama - Perikardia

    Sampai Kahyangan, pihak Kahyangan nanya,"kok Arjuna masih berdoa minta tolong? Kamu udah kasih senjatanya kan?" batara narada menjawab, "udah ini orangnya", dia menunjukkan telapak tangan yg mengeluarkan hologram orang Ganteng yg tadi diberikan senjata.

    Reply Retweet Like

    GiaPratamaMD

    dr. Gia Pratama - Perikardia

    Pihak Kahyangan geleng2,"Bro, itu bukan Arjuna,sama gantengnya, tapi bukan Arjuna,itu Karna!"

    Batara narada lgs terbang turun bertemu Arjuna,"mas, maap ini mas,aku salah kasih senjata mas, mas ambil sndiri yah,ini org yg bawa senjata mas"smbil nunjukin 'foto' Karna. Muka Arjuna,

    Reply Retweet Like

    GiaPratamaMD

    dr. Gia Pratama - Perikardia

    Arjunapun menitip kan Gatot Kaca bayi ke Batara Narada dan langsung lari mengejar Karna.

    Setelah bertemu, keduanya saling mengklaim Tombak Konta, tombak ini disarungi kayu khusus yg membuatnya aman dari melukai siapapun.

    Reply Retweet Like

    GiaPratamaMD

    dr. Gia Pratama - Perikardia

    Pertarungan tdk dpt dielakkan. Mirip pertarungan captain america vs iron man di winters soldier. Arjuna hanya berhasil merebut sarung dari tombak Konta tersebut dan Karna berhasil pergi membawa Tombak Konta, keduanya sama2 terluka cukup parah.

    Reply Retweet Like

    GiaPratamaMD

    dr. Gia Pratama - Perikardia

    Arjuna dengan susah payah kembali ke Batara Narada dan bayi gatot kaca, dengan segera mencoba memotong dengan kayu sarung tombak konta. Keanehan terjadi tali pusatnya berhasil terpotong, tapi disaat yg bersamaan, sarung tersebut seperti terserap pelan2 ke dalam tubuh Gatot Kaca,

    Reply Retweet Like

    GiaPratamaMD

    dr. Gia Pratama - Perikardia

    sehingga saat terputus total, seluruh sarung tombak sudah masuk total ke dlm perut Gatot Kaca.

    Ini salah satu sebab Gatot Kaca menjadi sakti mandraguna. Waktu berlalu, Gatot kaca kecil diserahkan oleh Bima ke Kahyangan untuk dimasukkan ke kawah Candradimuka,

    Reply Retweet Like

    GiaPratamaMD

    dr. Gia Pratama - Perikardia

    di kawah itu juga dimasukkan beberapa benda pusaka dan senjata2 sakti lain, dan semuanya terserap ke dlm tubuh Gatot kaca, ini yg membuat dia punya Otot baja, tulang besi dan mampu melawan Gravitasi.

    Reply Retweet Like

    GiaPratamaMD

    dr. Gia Pratama - Perikardia

    Gatot Kaca menjadi kesayangan para Dewa. Kesaktiannya, ketaatannya memiliki nilai sendiri di depan para Dewa.

    Gatot Kaca juga kebanggaan ayah ibunya serta kebanggaan uwa dan paman2nya,para Pandawa.

    Sebelum peperangan terjadi Gatot Kaca menikahi sepupunya, Pergiwa anak Arjuna

    Reply Retweet Like

    GiaPratamaMD

    dr. Gia Pratama - Perikardia

    Berbeda dengan latar belakang Gatot Kaca yg penuh kebanggaan dan kekaguman, Adipati Karna adalah anak yang tidak diharapkan. Ibunya mendapat ilmu kesaktian bernama
    Adityahredaya, semacam mantra untuk memanggil dewa.

    Reply Retweet Like

    GiaPratamaMD

    dr. Gia Pratama - Perikardia

    Karena rasa penasaran yang tinggi diucapkanlah mantera itu saat matahari terbit. Datanglah Dewa Surya.

    Ga tau gimana detailnya,

    Ibu tersebut Hamil.

    Reply Retweet Like

    GiaPratamaMD

    dr. Gia Pratama - Perikardia

    Saat melahirkan dibuangnya anak ini ke sungai, dengan harapan anak ini meninggal.

    Anak ini tidak meninggal, diasuh oleh tukang penjaga kuda kerajaan.

    Ibunya pun move on menikah dan memiliki 5 anak, Pandawa Lima. Ibu tersebut bernama Dewi Kunti.

    Reply Retweet Like

    GiaPratamaMD

    dr. Gia Pratama - Perikardia

    Sampai besar Karna dianggap hanya anak tukang kuda, kaum sudra bukan darah bangsawan.

    Tapi sebenarnya Adipati Karna adalah Kakak tertua dari Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, Sadewa. Artinya Pandawa bukan lima.

    Reply Retweet Like

    GiaPratamaMD

    dr. Gia Pratama - Perikardia

    Waktu remaja skill bertarung, skill memanah Karna jauh diatas rata2, ini membuat Duryudana, kakak tertua Kurawa mengangkatnya menjadi jajaran Adipati. Segala kehormatan pun didapatkan Karna. Oleh karena itu seburuk2nya Kurawa, Karna pasti membela.

    Reply Retweet Like

    GiaPratamaMD

    dr. Gia Pratama - Perikardia

    Saat pecah perang Baratayuda, Kresna sudah dengan sengaja menemui Karna, memberitahu bahwa pandawa itu adik2nya dan meminta untuk bergabung dengan pandawa.

    Karna menolak.

    Reply Retweet Like

    GiaPratamaMD

    dr. Gia Pratama - Perikardia

    Kembali ke peperangan,
    GatotKaca dipanggil oleh Prabu Kresna, dijelaskanlah tentang Tombak Konta.

    GatotKaca tetap dgn wajah tenang lalu mengatakan, "misi ini akan saya selesaikan, perbedaannya hanya saya kembali kepangkuan istri dan keluarga atau kepangkuan Sang Hyang Widhi".

    Reply Retweet Like

    GiaPratamaMD

    dr. Gia Pratama - Perikardia

    Adipati Karna masuk ke gelanggang peperangan dengan ribuan pasukan, Kecepatan panahnya dan sabetan pedangny dari atas kereta kuda benar2 mengobrak abrik sisi kiri pasukan Pandawa.

    Gatot Kaca melihatnya, pamit kepada Kresna dan meminta sampaikan salam hormat untuk semuanya.

    Reply Retweet Like

    GiaPratamaMD

    dr. Gia Pratama - Perikardia