1. Exquisite Tweets from @piasaragih, @upilkelabu, @dlkdlkdl

    snydezCollected by snydez

    Terkait dengan polemik bubur diaduk atau tidak diaduk, aku akan berkicau dari sisi ilmiah, berdasarkan penelitian keberadaan salmonella di bubur ayam yang dilakukan mahasiswa master kesehatan masyarakat hewan IPB ❣️

    Reply Retweet Like

    piasaragih

    vera wira utami

    Polemik ini sederhana namun rumit dan membawa risiko bagi para penikmat bubur ayam, tidak disangka yah 😂

    Jadi, telah dilakukan penelitian mengenai cemaran koliform dan salmonella sp pada daging ayam suwir bubur ayam

    Reply Retweet Like

    piasaragih

    vera wira utami

    Penelitian dilakukan oleh mahasiswa magister kesehatan masyarakat hewan IPB dalam rangka pembuatan tesis, dibimbing oleh 2 Doktor dokter hewan, jadi secara validitas penelitiannya dapat dipertanggung jawabkan

    Detail penelitian nanti sila dicari jurnalnya yaah

    Reply Retweet Like

    piasaragih

    vera wira utami

    Penelitian dilakukan dengan mengambil 45 sampel dari 13 pedagang bubur ayam di area kampus dramaga, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa 6.67% sampel tercemar salmonella enteriditis yg mengindikasikan adanya pencemaran daging ayam suwir bubur ayam

    Reply Retweet Like

    piasaragih

    vera wira utami

    Pada manusia, infeksi salmonella bisa sangat parah dan dapat menyebabkan empat manifestasi klinis yang berbeda, yaitu gastroenteritis, bakteremia, demam enterik, dan asimtomatik (ryan dan Ray 2004 dalam zelpina 2018)

    Reply Retweet Like

    piasaragih

    vera wira utami

    Salmonella dapat mati di suhu > 70 C , sehingga seharusnya pada saat diungkep dan digoreng salmonella mati

    Namun, sebagian salmonella bisa survive dan bertambah dari kontaminasi silang saat pedagang atau peralatan masak tidak higienis saat menyentuh daging ayam

    Reply Retweet Like

    piasaragih

    vera wira utami

  2. Risiko pencemaran salmonella juga diperparah dengan perilaku pedagang yang tidak membawa kompor untuk memanaskan bubur di gerobak

    Jadi kebanyakan setelah bubur dimasak di rumah, maka langsung dibawa ke gerobak tanpa pemanasan ulang selama berjualan

    Reply Retweet Like

    piasaragih

    vera wira utami

    Jadilah bubur itu hanya panas sekali saja pas dimasak di rumah, sisa selama dijual tinggal hangat saja. Makanya, pembelian bubur tanpa pemanasan ulang di siang hari atau malam hari lebih berisiko tercemar salmonella

    Reply Retweet Like

    piasaragih

    vera wira utami

    Masuk ke inti masalah, jadi hubungan ama diaduk apa?

    Nah, perilaku nengaduk bubur saat makan meratakan suhu panas dari bubur, yang lebih memiliki kekuatan untuk membunuh salmonella pada daging suwir ayam

    Kalo tidak diaduk, ayam nya tetap pada suhu ruang, salmonella pesta pora

    Reply Retweet Like

    piasaragih

    vera wira utami

    Perilaku aduk mengaduk bubur ini berkaitan dengan kebiasaan makan dari daerah kita juga, katanya ada beberapa daerah yang suka sekali menyisakan bagian terbaik dari suatu makanan untuk dimakan terakhir

    Ada juga daerah yang memang biasa makan dicampur campur

    Reply Retweet Like

    piasaragih

    vera wira utami

    Masalah soal perilaku makan per daerah ini menarik untuk diteliti lebih lanjut yah~

    Reply Retweet Like

    piasaragih

    vera wira utami

    Jadi kesimpulannya, mengaduk bubur itu membantu proses pembunuhan bakteri salmonella di daging ayam dibandingkan dengan yang tidak diaduk

    Karena bakteri salmonella tidak tahan panas

    Reply Retweet Like

    piasaragih

    vera wira utami

    Dan menurut penelitian tersebut, sebaiknya kita membeli bubur dimana penjualnya membawa kompor untuk terus memanaskan bubur di gerobak dan menggunakan sarung tangan saat menyiapkan porsi bubur untuk menghindari kontaminasi silang bakteri

    Agar tidak sakit perut ❣️

    Reply Retweet Like

    piasaragih

    vera wira utami

    Sekian pembahasan polemik bubur aduk atau tidak diaduk dari sisi ilmiah , semoga bisa menambah khasanah wawasan teman teman sekalian 😍

    Aku pun baru tahu 😂

    Reply Retweet Like

    piasaragih

    vera wira utami

  3. @dilakodil All credits to engki zelpian mahasiswa magister kesehatan masyarakat IPB dan tim komisi pembimbing kakaakk ❣️

    Reply Retweet Like

    piasaragih

    vera wira utami