1. Exquisite Tweets from @hanung665, @femmerling

    snydezCollected by snydez

    @lavivrie I built my own smart home for less than sejuta, no smart product needed, but it needs coding and electrical wiring. I connected whole light system in my home, include water pump. To do next, adding security system, gas leak monitor, and temperatuie monitor.

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    Ada yang mau saya ceritain bagaimana saya bikin smart home/internet of things dengan biaya di bawah sejuta untuk serumah ga? Di bawah 1.5jt kalau mau pake Google Home Mini.

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™ @lavivrie I built my own smart home for less than sejuta, no smart product needed, but it needs coding and electrical wiring. I connected whole light system in my home, include water pump. To do next, adding security system, gas leak monitor, and temperatuie monitor.

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

  2. Missing tweet: 1008663743733960706

  3. Siyap om, lusa baru bisa lengkapi dengan video demo yang lebih lengkap. Rumah masih berantakan 🙈

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

  4. gw juga mau bikin di rumah soalnya biar ada inspirasi hehehe

    Reply Retweet Like

    femmerling

    Fauzan Emmerling

  5. Lampu TL biasa om. Main di jaringan listriknya, bukan lampunya. Kalau pake lampu khusus tinggal beli lampu semacam Philips Hue, instal aplikasinya, jadi deh. Saya pake teknologi yang lebih 'primitif'.

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

  6. Missing tweet: 1008665417424855040

  7. Recabling jaringan listrik, sambung ke relay yang dikontrol dengan microcontroller.

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

  8. Missing tweet: 1008666933393149952

  9. Nanti saya tulis lengkap ya om, masih di jalan ini.

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

  10. Missing tweet: 1008672968296157185

  11. Mohon maaf belum dilanjutkan twit-nya, saya kemarin baru perjalanan mudik-balik. Nanti sore saya lanjutkan ya.

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    Lanjut ceritanya ya.
    Ini diawali dari saya terbiasa baca buku sambil klesotan di kasur sampai ngantuk dan lebih suka tidur matiin lampu.
    Permasalahannya adalah ketika udah ngantuk tapi harus jalan ke saklar lampu untuk matiin lampu membuat ngantuk ilang.

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    Ya sebenernya tinggal pakai lampu baca sih tapi kan ga keren, sama tidak kerennya dengan pakai fitting lampu ganda yang pake tali panjang, satu lampu terang, satunya lampu redup/lampu tidur.
    Menurut saya terlalu biasa.

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    Lalu terpikir untuk memakai produk fitting lampu yang memakai remote control. Apakah ada? Entah, belum nyari atau nyari tapi tidak ketemu.

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    The maker in me gundah. Remote control buat lampu kamar kaya gimana yang bisa saya bikin.
    Saya telusuri dari dasar, kebutuhan saya apa, yaitu nyetekin lampu tanpa saya harus moving my ass off my bed.

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    Oke, permasalahan nyetekin saklar saya pakai micro servo yang ditempel di sebelah saklar. Permasalahan selanjutnya adalah bagaimana mengendalikannya dari jauh.

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    Kepikiran pertama pakai remote RF seperti gambar di bawah, dulu lupa ga dokumentasikan.
    Rakit, coding, tes.
    Dan hasilnya mengecewakan, inkonsisten.
    Saya butuh solusi lain.

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    Oiya, microcontroller yg saya pakai adalah Arduino Uno, overkill tapi kebetulan stok di laci adanya itu, sebenarnya cukup pakai Arduino Pro Mini atau Nano, bahkan ATiny85. Tapi Uno tetep jauh lebih murah dibanding soc (system on card) macam Raspberry Pi, Orange Pi, apalagi Udoo.

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    Lanjut cerita ke solusi pengendalian micro servo tadi, saya coba solusi memakai remote control tivi. Proof of concept udah jadi. Tinggal implementasi. Tapi..

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    Setelah menimbang, walau dengan remote control tivi bisa dapat lebih banyak channel perintah yg artinya bisa memerintah lebih banyak titik saklar tapi persoalannya bukan persoalan teknis. Persoalannnya adalah saya ga punya tivi 😅
    Concept proofing pake remote tivi pinjeman 😂

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    Tidak jadi pakai remote tivi untuk mengontrol servo untuk pencet saklar lampu, saya coba pakai metode 'wireless' namun sangat proto, pakai suara jentikan jari.
    Proofing concept di breadboard.
    Namun..

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    Namun permasalahan ketika menggunakan trigger suara ini adalah microcontroller tidak 'dengar' jentikan jari dari jauh tanpa nambah sensitivitas sensor suara.

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    Menambah sensitivitas sensor berarti ia 'dengar' suara selain jentikan jari lain yang berpotensi tertrigger tanpa diinginkan atau secara tidak sengaja.

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    Lalu saya move on dari metode ini. Dan beralih ke ke teknologi wireless yang lebih maju..bluetooth.

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    Rakit, coding, gagal, rakit, coding, dst.
    Langkah awal prototyping-nya adalah memastikan data berhasil terkirim ke klien dengan indikasi lampu menyala.
    Kirim data > data diterima > data valid > kirim sinyal listrik on/off
    Konsepnya sesederhana itu.

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    Pemasalahan teknis pertama pengiriman data dengan bluetooth dari henpon adalah antar muka pengguna di perangkat henpon.
    Proof of concept pertama ini saya pakai command line.
    Tentu saja tidak praktis.
    Lebih mudah jika tinggal tap/pencet.

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    Sebenarnya tinggal coding di laptop, compile jadi apk, install di henpon, tes.
    Tapi itu time consuming buat saya yang mesti jungkir balik ngerjain day job juga.
    Orang bijak berpesan, "Don't reinvent the wheel".

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    Kalau ke depan mau pakai koneksi bluetooth sebenernya mau ga mau saya harus "build my own wheel" sih. Tapi ini ibaratnya cuma butuh gerobak, saja ga usah repot bikin gerobak baru, tinggal 'pinjem' yang ada.

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    Jadi saya pakai aplikasi android dari Play Store buat ngetes kirim perintah pakai tombol di Android ke microcontroller.
    Install, masukin parameter data yang dikirim, sync henpon dengan mikrokontroler yang sudah ditambah modul bluetooth, tes.

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    Dengan koneksi bluetooth saya bisa merintah mikrokontroler saya dari jauh, dengan henpon yang hampir selalu di tangan, dengan aplikasi Android yang bisa saya bikin sendiri dengan antar muka pengguna yang bisa saya desain sendiri.
    Sempurna?

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    Terdengar sempurna dan siap untuk implementasi bukan?

    Tentu tidaq!

    Karena:

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    1. Mikrokontroler ber-bluetooth harus sync dengan tiap gawai yang saya punya.

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    2. Saya ga bisa bikin app saya sendiri buat iOS saya karena tak terdaftar sbg Apple Developer dengan alasan yang sangat 'warga twitter' yaitu KISMIN, males bayar langganan tahunan ke Apple.

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    3. Saya fokus ke koneksi pengiriman perintah ke mikrokontroler sementara teknis nyalain-matiin lampunya masih mekanis pakai micro servo tempel tadi artinya tiap saklar ditempeli satu servo.
    Sungguh tidak terpuji..eh tidak efisien.

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    4. Yang paling utama adalah saya tidak bisa merintah kontroler melalui internet.

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    Sebelum solving tiap permasalahan teknis dan konseptual pembangunan smart home saya di atas, boleh saya tinggal sekrol-sekrol dan sinisin wargatwit ga nih?

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    Lanjut ya..sinyal henpon ilang-ilang di jalan tadi.

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    Instead of using servo buat nyetekin saklar lampu, saya berpikir untuk menjamah ranah listriknya langsung.
    Saya pakai relay.
    Singkat kata, ia adalah pemutus-sambung aliran listrik. 'Saklar' yang bisa dikontrol oleh mikrokontroler.

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    Untuk uji konsep, saya pakai relay untuk memutus listrik yang mengalir di water heater dengan trigger tercapainya suhu tertentu yang dibaca oleh sensor suhu.
    And it worked well as expected.

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    Untuk menyambung ke internet saya bisa pakai modul ethernet di mikrokontroller, tapi saya pingin wireless.
    Baca sana-sini bisa pakai modul wifi di Arduino. Singkat kata setelah utak-atik modul wireless, saya simpulkan: it sucks!
    Sebenernya sayanya sih yang suck :))

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    Lanjut baca sana-sini lalu ketemu chip ESP8266.
    Rintangannya adalah:
    - Musti ngerakit mikrokontroler sendiri dengan chip tsb.
    - ESP8266 pake LUA sementara terbiasa pakai Arduino dengan chip Atmel (C++).

    Itu hampir membuat saya putus asa membangun internet of things pertama saya.

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    Ya Allah, pengin ngidupin lampu via internet aja susah amat ya.

    Udah putus asa mau nyerah dan beli lampu Philips Hue atau lampu Xiaomi aja.

    Lalu muncullah secercah cahaya dari kegelapan.

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    Lalu saya dapati beberapa mikrokontroler dengan chip ESP8266. Dan pilihan saya jatuh pada NodeMCU v3 di bawah ini dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    Kendala pertama adalah, firmware bawaan dia pake bahasa LUA. Jadi musti reflash firmware agar bisa pakai Arduino IDE (C++).

    Reflash, tes nge-blink-in built in LED-nya (semacam "Hello World!"-nya mikrokontroler), sukses.

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    Kendala keduanya: pin NodeMCU ini 'main' di 3.3v sementara relay musti dicolek pake 5v.
    Pilihan solusinya adalah pakai bidirectional logic level converter.
    Kendala selanjutnya adalah walau murah barang itu susah didapat kala itu, persis nyari jodoh.

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    Putar otak nyari solusi lain, lalu saya teringat projek ajeb-ajeb kelap-kelip ini:

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    Itu memakai rangkaian transistor. Singkat kata, transistor menjadi microrelay memutus-sambung listrik eksternal 12v yang dibutuhkan strip LED dengan menggunakan trigger pin arduino 5v.
    Saya berasumsi itu bisa diaplikasikan di pinout NodeMCU.

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    Hitung punya hitung, jadilah rangkaian elektronik sederhana siap uji.
    Sisi rangkaian elektroniknya kelar.
    Lalu menghadapi kenyataan hidup bahwa saya tidak tahu bagaimana cara merintah mikrokontroler tersebut melalui internet 🤦🏻‍♂️
    *no hope*

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™

    Mikirnya:
    Kemaren pakai bluetooth kan simple: perintah > henpon > bluetooth > receiver > kontroler > relay
    Ini juga seharusnya mirip: Perintah > henpon > internet > NodeMCU > relay

    Kenyataan tak seindah harapan. Ada proses panjang* di sisi internet.

    *) Puanjaaaang

    Reply Retweet Like

    hanung665

    ⓢⓘⓝ.ⓘⓢ.ⓜⓔ™