1. Exquisite Tweets from @GabyKalalo, @widyaatmaja

    snydezCollected by snydez

    Mau cerita sedikit tentang jalan-jalan bareng @JKTgoodguide kemarin ke Molenvliet ah.

    Reply Retweet Like

    GabyKalalo

    Noda Membandel

    Hah apakah itu Molenvliet? Apakah semacam goreng-gorengan?

    Sungguh bukan, kisanak.

    Reply Retweet Like

    GabyKalalo

    Noda Membandel

    Molenvliet adalah nama kanal yang ada di daerah Jalan Hayam Wuruk dan Jalan Gajah Mada, Jakarta. Kanal ini dibangun sekitar tahun 1600-an sama seorang kapten Tionghoa, Phoa Beng Gan

    Ini dia bentuk kanalnya, minjem foto Wikimapia dulu ya..

    Reply Retweet Like

    GabyKalalo

    Noda Membandel

    Kanal ini sendiri dibangun lantaran Jakarta sering banget kena banjir karena tanahnya yang lebih rendah dari permukaan laut,

    Jangan salahin pemerintah kalau dari dulu Jakarta banjir molo, lha wong emang tanahnya lebih rendah dari laut, kok. Makanya jgn buang sampah ke kali

    Reply Retweet Like

    GabyKalalo

    Noda Membandel

    (lha kok w jadi ceramah)

    Akhirnya, waktu itu Kapten Phoa Beng Gan gotong royong sama warga sekitar bikin kanal, supaya airnya nggak menggenang dan bisa langsung ke laut.

    Nama Molenvliet berasal dari kata Molen yang berarti 'kincir' dan vliet yang berarti 'aliran'.

    Reply Retweet Like

    GabyKalalo

    Noda Membandel

    Kanal Molenvliet ini juga dijadikan sarana transportasi Inlander untuk ngirim hasil perkebunan, irigasi, hingga transportasi.

    Ohiya, aliran sungainya juga digunakan untuk mengangkut jenazah Belanda yang mau dikuburkan di daerah Tanah Abang sana.

    Reply Retweet Like

    GabyKalalo

    Noda Membandel

    Molenvliet berawal dari Nieuw Poort/Glodok hingga ke selatan dekat Benteng Rijswijk/Harmoni, Noordwijk/Juanda (sekarang Jalan Juanda) Hingga Kali Krukut dan Masjid Istiqlal. Nah depan Istiqlal inilah pintu air/tempat pengendali airnya Kanal Molenvliet.

    Ini dia pawangnya

    Reply Retweet Like

    GabyKalalo

    Noda Membandel

    Duh, bingung gambarin aliran sungainya. Adakah yang bisa gambarin alirannya yang super njelimet ini atau ada yang punya gambarannya akan sangat memudahkan siy :')

    Reply Retweet Like

    GabyKalalo

    Noda Membandel

    Nah, lanjut nih di sekitar Molenvliet ini ada apa sih??

    Kita mulai dari Noordwijk dulu yah, alias daerah Juanda.

    Reply Retweet Like

    GabyKalalo

    Noda Membandel

    Inlander menyebut Juanda ini kawasan Weltevreden, kota baru yang tenang dan luas, karena disini dulu masih lebih banyak pepohonan rindang, blm ada pembangunan seperti di daerah lainnya di Batavia.

    Ohiya, Juanda ini dulu belum masuk Batavia ya. Dulu masih sepi, sampai akhirnya..

    Reply Retweet Like

    GabyKalalo

    Noda Membandel

    Dibangunlah rumah-rumah kecil yang menghadap ke aliran sungai. Weltevreden akhirnya dirancang menjadi pusat pemerintahan Batavia dengan lokasi yang baru. Kawasan ini dibentuk menjadi pusat pemerintahan Gubernur Jenderal Daendels, juga tempat kediaman orang-orang Eropa.

    Reply Retweet Like

    GabyKalalo

    Noda Membandel

    Ada yang tahu hotel tertua di Jakarta itu hotel apa?

    Reply Retweet Like

    GabyKalalo

    Noda Membandel

    Eng ing eng... jawaban yang telat adalah Hotel Sriwijaya, Sobat.

    ((sobat))

    Hah hotel apa tuh? Dimananya Juanda deh??

    Dicini..

    Reply Retweet Like

    GabyKalalo

    Noda Membandel

    Dulunya, bangunan hotel ini adlh restoran dan toserba milik Eropa miliknya CAW Cavadino. Tajir parahalh si om ini.

    Bangunan hotel ini ada di hoek, antara Jalan Rijswijk (Jl. Veteran) dan Citadelweg (Jl. Veteran I). Depan hotel ada jembatan yg dinamain Jembatan Cavadino.

    Reply Retweet Like

    GabyKalalo

    Noda Membandel

    di Jalan Citadelweg ini ga cuma ada Hotel Sriwijaya, tapi juga ada kuliner die Italliaanse ijssalon – Ice Cream Ragusa dan bar bernama Le Chat Noir (sekarang menjadi Newseum Cafe).
    Mantap betul fasilitas2 yang disuguhkan untuk orang Eropa.

    Minjem foto dr wordpress bandarjakarta:

    Reply Retweet Like

    GabyKalalo

    Noda Membandel

    Dari toko kue 1863, 1872 jadi hotel, Cavadino ini sempat bertahan sampai tahun 1898, sejak 1899 hotel itu berubah dan kepemilikan. Lalu, sekitar pertengahan tahun 1950-an hotel tersebut berganti nama menjadi Hotel Sriwijaya hingga kini.

    Reply Retweet Like

    GabyKalalo

    Noda Membandel

    Nyebrang dulu ke salah satu pusat kuliner di Jakarta, ah~

    Reply Retweet Like

    GabyKalalo

    Noda Membandel

    Tibalah kita di Pecenongan!

    Nah, di Pecenongan ini Pribumi boleh tinggal. Dulu thn 1848 disini ada percetakan pertama milik Belanda, G Kolff & Co. Kolff-lah yang menyeponsori surat kabar terkemuka di Indonesia: Java Bode. Kantor percetakan ini skrg menjelma jadi Hotel Red Top.

    Reply Retweet Like

    GabyKalalo

    Noda Membandel

    Konon, Pecenongan ialah satu2nya tempat yang mempunyai cenong, lonceng otomatis yang terbuat dari besi dan diberi kain.

    Sekarang jadi salah satu tempat culinary night yang ciamik!

    Pada suka jajan apa nih kalo ke Pecenongan?

    Reply Retweet Like

    GabyKalalo

    Noda Membandel

    Nah, di seberang Pecenongan ini ada gedung Binagraha, kantornya Bung Harto bersama Tjakrabirawa (paspampres pada zaman doi).

    Sekarang jadi satu kompleks sama Istana Kepresidenan, jadi kantor staf presiden.

    Dulu gedung ini adalah villa punya Sir Thomas Stamfford Raffles.

    Reply Retweet Like

    GabyKalalo

    Noda Membandel

    Masih panjang ulasan kemarin.. tahan dulu ya, mau siap-siap buka puasa.

    ((lau ngomong sama siapa deh))

    Reply Retweet Like

    GabyKalalo

    Noda Membandel

    Nanti siang ku mau lanjutin cerita Molenvliet dan Weltevreden gimana?

    Reply Retweet Like

    GabyKalalo

    Noda Membandel

  2. Ini adalah bangunan Asuransi Jiwasraya, salah satu BUMN di Indonesia. Dulunya, kantor Jiwasraya ini merupakan kantor asuransi milik Belanda pada tahun 1859.

    Dulu, namanya Kantor Asuransi Nillmij.

    bentar, gue takut salah dan keserimpet nih ngetik tulisannya...

    Reply Retweet Like

    GabyKalalo

    Noda Membandel

    NILLMIJ - Nederlandsch Indiesche Levensverzekering en Liffrente Maatschappij - adalah asuransi jiwa pertama yang ada di Hindia Belanda. Sekarang dipakai sama Jiwasraya, dan masih berfungsi dengan baik.

    Masih ada tulisan NILLMIJ di depannya.

    Oiya, ini mas Farid, guide kitaa

    Reply Retweet Like

    GabyKalalo

    Noda Membandel

    Seperti gedung2 Belanda pada umumnya di Indonesia, bentuknya khas kayak begini, melengkung2 seperti jembatan dan terowongan. Kenapa? karena mereka begitu suka dengan arsitektur yang mirip-mirip sama bentuk kanal.

    melengkung2 gitu deh.

    Reply Retweet Like

    GabyKalalo

    Noda Membandel

    Maju lagi ke salah satu kawasan yang nggak ada matinya di Jakarta, yaitu Harmoni. Harmoni berasal dari sebuah gedung megah yang dulu berdiri di kawasan ini, Societeit Harmonie.

    Dulunya gedung ini namanya Benteng Rijswijk. fungsinya utk jaga jalan masuk ke Batavia.

    Reply Retweet Like

    GabyKalalo

    Noda Membandel

    Gedung Harmonie ini berfungsi untuk parteh parteh and nyari jodoh.

    Posisi gedungnya ada di ujung jalan Veteran dan Majapahit.

    Daendels yg bangun gedung ini pd 1810, dilanjutkan pembangunannya oleh Raffles selesai 1868.

    Dulu, pribumi dan anjing nggak boleh masuk ke Harmonie.

    Reply Retweet Like

    GabyKalalo

    Noda Membandel

    Sekarang, gedung Harmonie itu udah ga ada lagi, dirubuhkan untuk parkir dan perluasan jalan disana.

    They paved paradise and put up a parking lot~

    Lah gue jadi nyanyi

    Reply Retweet Like

    GabyKalalo

    Noda Membandel

    Perhatiin di Jembatan Harmoni ada patung gemash berbentuk manusia yang di kepalanya menggunakan helm bersayap dengan mata dan tangan kanannya menunjuk langit, megang tongkat bersayap dililit ular dan kaki yg diampu dengan bola.

    Patung apakah itu??

    Reply Retweet Like

    GabyKalalo

    Noda Membandel

    Namanya mirip sama tas mehong yang biasa dibeli emak-emak sosialita, yes benar, ini namanya Patung Dewa Hermes dalam mitos Yunani/Mercurius dalam mitos Romawi. Patung ini di atas jembatan sebagai simbol untuk menjaga dan melindungi pedagang yang menyeberangi Jembatan Harmoni.

    Reply Retweet Like

    GabyKalalo

    Noda Membandel

    Patung ini hadiah dari pengusaha Jerman berkewarganegaraan Belanda kepada pemerintah kota Batavia, Karl Wilhelm Stolz sebagai ucapan terimakasih karena sudah diizinkan berdagang di Batavia. Patung yang di jembatan Harmoni ini sih replika, yang aslinya ada di museum Fatahillah.

    Reply Retweet Like

    GabyKalalo

    Noda Membandel

    Lho, kenapa gak yang aslinya aja ditaruh di Harmoni?

    Dulu nih patung sempet dikira ilang, cyin. Eh ternyata ini patung kecemplung di kali dan nggak ada yang nyadar :(( jadi kurang terawat gitu. Dulu juga pernah ada tabrakan mobil disini, daripada rusak mulu yakan disimpen ajadeh

    Reply Retweet Like

    GabyKalalo

    Noda Membandel