1. Exquisite Tweets from @ryuhasan, @vickyrizalfaz, @MMubaroqi, @Lisaaaaaalovee, @senimankapiran, @dijiro03, @ermaaermoo, @fndmntlfx, @roisfaisal, @LittleFeet_21, @ink1830, @fahrro, @yaniprawiro1, @DHPranoto, @JackVaIentine, @arifpoer, @Ca_Ca_D, @EkoCahPras, @rachman_fanis, @gsbudii, @WisnuRamadi, @tukangkejo, @satria_cahya, @DyahTwindiarti, @kenthirabalabal, @aggiegilbert, @phat_ime, @rudiewijanarko, @Sanglaa2, @ClickClock3, @SuciRPalupi, @Reemeora, @pastafariah, @SantiPrasanti, @sadvctiue, @ustd_Rocky, @SherlockGantan, @hidayatIDK, @anita_dare, @imultea, @analiM_inirakE, @uut_uutt, @Paramecwara, @chichacinx, @Keblinger1, @RatnaManjali, @bonsaiboncel, @idmarzhall, @yuswitarsa, @AlmawardiAmin, @badonci, @susanti_sisca, @JohnSnowFor2019, @ircboy, @sebatangkarat, @nyet_nyetz, @nyoemhokgie, @Juwono_Sugianto, @Him_NKj, @ohyesopick

    snydezCollected by snydez

    Apa yang membuat bedes2 demikian bahagia melihat penderitaan bedes lain? Membuat bedes2 sekutu kegirangan mendengar Nagasaki dan Hirosima luluh lantak?

    Sebetulnya jawabannya sama persis dengan “Apa yang membuat bedes berteriak halamadrid, saat kesebelasan jagonya menang?”

    Reply Retweet Like

    ryuhasan

    Ryu Hasan

    Sepertinya nggak masuk dinalar kalo ada bedes dengan kebulatan tekad (bahkan bahagia) meledakkan petasan yg mengakibatkan kerusakan di sebuah toko tapi juga tahu kalo dia pasti ikut mati dlm kejadian itu.

    Sebenarnya penjelasan neurosains soal hal ini nggak terlalu rumit

    Reply Retweet Like

    ryuhasan

    Ryu Hasan

  2. Bahagia meskipun mati itu mungkin otaknya lagi kelebihan endorfin dok.

    Reply Retweet Like

  3. Ada satu eksperimen terkenal (yg sebenarnya nggak sengaja), saintis memasang elektroda di otak beberapa tikus.

    Sehingga di thn 1954 itu James Olds dan Peter Milner menemukan hubungan kebahagian dengan dopamin dan nucleus acumben di otak.

    Reply Retweet Like

    ryuhasan

    Ryu Hasan

    Tapi dlm riset itu Old-Milner juga menemukan bahwa kebahagiaan berlebihan bisa mengakibatkan kematian.

    Lho kok bisa?

    Gini ceritanya: Mrk memasukkan elektode ke otak beberapa tikus, dan mengalirkan arus kecil ke elektrode tsb shg Nacc terus bekerja kalau si tikus menekan pedal.

    Reply Retweet Like

    ryuhasan

    Ryu Hasan

    Artinya, tikus2 itu akan mengalami sensasi kebahagian bila menginjak pedal

    Nah ketika tikus2 itu diberi pilihan antara makanan lezat dan pedal, mereka memilih pedal. Ini seperti anak2 bedes yg lebih milih nerusin main game timbang makan malam.

    Reply Retweet Like

    ryuhasan

    Ryu Hasan

    Tikus2 itu menekan pedal lagi lagi dan lagi sampai mereka lemas karena lapar dan kelelahan kemudian mati

    Bedes2 juga punya kecenderungan yg sama, mengejar kesenangan ketimbang memilih untuk tetap hidup

    Dari sini awalnya kita tahu dimana tempat sirkuit reward-punishment di otak

    Reply Retweet Like

    ryuhasan

    Ryu Hasan

  4. Ini jauh dari pada itu sam, ini doktrin bercampur dengan emosi dan kebodohan dalam hal Agama, yg itu sangat jauh di luar nalar kita sebagai orang warasss masak ngebom bawa anak, assuuu tenan!

    Reply Retweet Like

    MMubaroqi

    Muhamad Mubaroqi

  5. Saat itu Olds dan Milner tidak bisa menjelaskan fenomena tersebut

    Masih perlu waktu lebih dari 3 dekade, dengan banyak riset yg lebih teliti, akhirnya bedes2 paham bahwa konsep “pahala-dosa” disebabkan aktifasi nucleus accumben di amygdala oleh dopamin

    Reply Retweet Like

    ryuhasan

    Ryu Hasan

  6. Pantes saya senang naik roller coaster padahal pgn muntah n pusing2 tp abis itu ttp ketagihan kok kayaknya seru ya berasa menantang tapi pusing juga tapi seru hadehh bingung 😂😂

    Reply Retweet Like

  7. Akhirnya, di awal 1990 an neurosaintis menemukan bhw tikus2 riset Olds-Milner itu mati akibat stimulasi Nacc oleh pelepasan dopamin secara berlebihan.

    Pelepasan neurotransmiter dopamin di otak secara masif menjadikan tikus2 itu mengalami ekstase, kegembiraan yg luar biasa.

    Reply Retweet Like

    ryuhasan

    Ryu Hasan

  8. Krn kebahagiaan jauh lebih berarti drpd hanya sekedar hidup dok

    Reply Retweet Like

    senimankapiran

    Rendang Crispy

  9. Persepsi tentang “pahala-dosa” di otak ini tidak mementingka apakaj pahala dan dosa itu nantinya ada sungguhan, tapi harapan (tentang pahala) itulah yg menimbulkan kegembiraan yg (sayangnya) addictive alias nyandu

    Reply Retweet Like

    ryuhasan

    Ryu Hasan

  10. apakah kegembiraan nyandu ini sama dgn nyandu dari obat-obatan dok?

    Reply Retweet Like

    dijiro03

    dijiro

  11. pelepasan dopamin berlebihan, apakah dengan mania pada bipolar, dok?

    Reply Retweet Like

    ermaaermoo

    Erma Kumalasari P

  12. Persepsi tentang “pahala-dosa” di otak ini tidak mementingkan apakah pahala dan dosa itu nantinya ada sungguhan, tapi harapan (tentang pahala) itulah yg menimbulkan kegembiraan yg (sayangnya) addictive alias nyandu.

    Bedes yg kecanduan tidak akan perduli dg keselamatan nyawanya

    Reply Retweet Like

    ryuhasan

    Ryu Hasan

  13. Benarlah Karl Max dengan firmannya bahwa agama adalah candu

    Reply Retweet Like

  14. pelepasan dopamin berlebihan, apakah sama dengan mania pada bipolar, dok?

    Reply Retweet Like

    ermaaermoo

    Erma Kumalasari P

  15. Artinya, ungkapan Marx 'agama adalah candu' mendapatkan pembenaran ya Dok?

    Reply Retweet Like

    roisfaisal

    rois faisal

  16. Lha kalau ada bedes yang sudah tidak perduli dengan keselamatan hidupnya sendiri, apalagi keselamatan hidup bedes lain?

    Kegembiraan meluap akibat nucleus accumben yg dibanjiri dopamin inilah yg dikejar bedes2 kecanduan, nggak perduli apakah dia atau bedes lain harus mati.

    Reply Retweet Like

    ryuhasan

    Ryu Hasan

  17. Protected tweet: 995572953289932802
    You might be able to see it if you sign in with Twitter.

  18. Bahan2 obat adiktif bekerja dg cara seperti itu tadi.

    Pecandu yg minum obat adiktif tdk beda dg tikus yg kelewat bahagia itu mengejar pahala. Narkoba membuat nucleus accumben bedes2 kebanjiran dopamin. Dan mereka akan mengejar apapun resikonya, kurus, lemah dan mati sekalipun.

    Reply Retweet Like

    ryuhasan

    Ryu Hasan

    Jadi sebetulnya bukan tidak ada penjelasan ilmiahnya kalau ada bedes yg kecanduan demi mengejar pahala, pujian, sanjungan atau apalah2 yang membahagiakan terus sampai2 dia harus bunuh diri.

    Ini persis seperti bedes2 yg kecanduan narkoba aja.

    Reply Retweet Like

    ryuhasan

    Ryu Hasan

  19. Sama juga dengan new comer yg datang di acara pertemuan motivasi bisnis MLM, dia bukan sapa2, tapi hanya gara2 datang membawa 2 new comer lain dia naik panggung diedifikasi habis2an mendapat tepuk tangan seisi aula.

    Wuah buangganya nggak ketulungan, sayangnya ini nyandu

    Reply Retweet Like

    ryuhasan

    Ryu Hasan

    Bedes2 sangat bahagia dimotivasi bisa masuk dalam populasi 2% bedes yg sukses, mereka akan kecanduan datang dlm sesi2 motivasi semacam ini.

    Perkara nantinya sukses beneran atau enggak itu bukan soal penting.

    Motivasi “pahala” memang begini cara kerjanya.

    Reply Retweet Like

    ryuhasan

    Ryu Hasan

    Nah dengan modal nasehat para bijak bestari apakah bedes pecandu2 narkoba bisa lepas dari kebiasannya mengejar pahala kegembiraan dan kebahagiaan yg mereka dapat secara instan?

    Ini berlaku juga untuk kecanduan selain narkoba.

    Reply Retweet Like

    ryuhasan

    Ryu Hasan

  20. Yang kaya gini laris manis dok di Indonesia.

    Faith >> Science

    Reply Retweet Like

    fahrro

    100℅ that bitch

  21. Di pusat neurosain beberapa negara, menghilangkan kecanduan narkoba bisa dengan cara instan juga.

    Functional Neurosurgery! Bedah saraf fungsional

    Bisa dg cara memasang elektroda, atau melakukan lessioning (merusak) nucleus tertentu di otak.

    Di Indonesia juga memungkinkan

    Reply Retweet Like

    ryuhasan

    Ryu Hasan

  22. Missing tweet: 995579044681863169

  23. Kalau pecandu narkoba ini pecandunya yang dengan sadar minta dioperasi.

    Lha kalau pada bedes2 yg kecanduan jadi teroris ini siapa yg punya otoritas menentukan dia perlu dioprasi?

    Ya mana ada sih bedes teroris datang ke dokter “tolong saya dioprasi biar nggak jadi teroris lagi”

    Reply Retweet Like

    ryuhasan

    Ryu Hasan

  24. .. berlaku jg u kecanduan selain ...
    brarti nek biyen ono unen2, "sak beja2ne wong lali isih bejo wong kang eling" iku bener yo dokdez.
    #ehh

    Reply Retweet Like

    yaniprawiro1

    yani prawiro

  25. Mustinya bisa, diselipkan dlm RUU terorisme. Sbg rehabilitasi medis spt pecandu narkoba.

    Reply Retweet Like

    DHPranoto

    D.H Pranoto

  26. lha dalam kasus ini apakah mirror neurons gak berfungsi dok?

    Reply Retweet Like

    JackVaIentine

    Jack VaIentine

  27. Lha ini... Gagasan top utk proses deradikalisasi para napiter

    Reply Retweet Like

    arifpoer

    Arif Purnomo

  28. Untunglah sp saat ini aq masih bisa berkelit dari ajakan teman, sahabat, kerabat, teman kantor u gabung 'membantu' mereka

    Reply Retweet Like

    yaniprawiro1

    yani prawiro

  29. @imedh_ Yg kecanduan narkoba? Pernah

    Yg teroris, belum :)

    Reply Retweet Like

    ryuhasan

    Ryu Hasan

  30. buat saya yg punya gangguan tremor pada waktu tertentu bisa dong dok? ini dulu waktu smp membuat saya gagal praktikum elektro dok. giliran pas nyolder gak iso dewe😂

    Reply Retweet Like

    ink1830

    mr medit

  31. Edyannnnn habis bc utasan ini langsung berasa kuliah 8 sks tanpa jeda istirahat,

    Reply Retweet Like

    EkoCahPras

    Eko C. Prasetyo

  32. Mbok meneng2 dijajal siji neng teroris dok...ngko nek sukses dikon ngajak 2 bedes teroris koyok seminar2 MLM kae :)

    Reply Retweet Like

    gsbudii

    gsbudiyono

  33. Protected tweet: 995593622031556608
    You might be able to see it if you sign in with Twitter.

  34. kata orang, hidup ini hanya numpang nyandu,, maka pilihlah candu yg menyehatkan :)

    Reply Retweet Like

    WisnuRamadi

    Kąnabis Rądikąlis 🌿

  35. Keinget usulan "kebiri" pd penjahat seks. Apakah prosedur bedah dg perintah pengadilan bisa diaplikasi u pelaku kejatahan seksual dan terorisme?

    Reply Retweet Like

  36. sampeyan pancen layak disembah dok....🙇🏽‍♀️

    Reply Retweet Like

    DyahTwindiarti

    ꦢꦾꦃꦠ꧀ꦮꦶꦤ꧀ꦝꦶꦲꦂꦠꦶ

  37. Aku malah kate usul hukuman tembak mati diganti hukuman mati kelaparan. Soale ketoke bedes telorise dho luwih wedi luwe timbangane suwargo

    Reply Retweet Like

  38. "Dok, tolong saya dioperasi biar gak teriak 'Hala Madrid' lagi."

    🏃

    Reply Retweet Like

    aggiegilbert

    Busi Iridium

  39. Dok,,, apa sudah ada dokter di sini yg bisa melakukan bedah itu? Sepertinya ide bagus dok

    Reply Retweet Like

  40. Efektif mana dok, Rehabilitasi atau operasi? Klo sakau itu apa juga efek dopamin dok?

    Reply Retweet Like

  41. Lha gimana seh, operasi ini kan salah satu jenis rehabilitasi

    Reply Retweet Like

    ryuhasan

    Ryu Hasan

  42. Kalo beneran dioperasi berarti jadi ga butuh pahala ya prof?

    Reply Retweet Like

    ClickClock3

    Click Clock

  43. Berarti ini yg dimaksud 'kalo mau ibadah ya ibadah aja, ibadah karena ikhlas, ibadah karena merasa diri ini adalah cermin-Nya, ciptaan-Nya, gausah ngarep pahala, itu urusannya Yang Kuasa'. Okesip

    Reply Retweet Like

  44. Lha urusan kecanduan pahala iki opo onok terapi klinise Dok?

    Reply Retweet Like

  45. Ini diceritakan di serial barat Black Mirror season 4 episode 6 "Black Museum". Seorang dokter menerima implan saraf yg gunanya mentransfer sensor fisik, agar dapat merasakan apa yg dirasakan oleh pasiennya shg dia bisa mendiagnosa penyakit dg cepat.

    Reply Retweet Like

  46. Nek kecanduan kopi ambek bir ga usah di operasi dok. Tidak membahayakan orang laen

    Reply Retweet Like

    pastafariah

    Tarekat Pastafariah

  47. sukaaa...penjelasan dokter sgt gamblang n mudah dicerna...usulin k @DPR_RI biar masuk undang2 kl teroris prl dibedah sarafnya dok

    Reply Retweet Like

  48. mayan lah biar nakutin temen gua yang ada gila moba

    Reply Retweet Like

    sadvctiue

    mom, I'm scared

  49. Subhanalloh...ternyata selama ini cuma tipu daya syaraf. Its time to losing my religion

    Reply Retweet Like

    hidayatIDK

    Han_Takbertu

  50. Yg kecanduan liat tl2 nirfaedah kaya pa pikus dkk bisa di operasi atau di sembur air dukun?

    Reply Retweet Like

    imultea

    indra

  51. ryuhasan

    Ryu Hasan

  52. uut_uutt

    kondhangtri

  53. Maaf Dok, ini nucleus maksudnya bukan inti sel kan ya?

    Reply Retweet Like

    Paramecwara

    Parameçvara

  54. Lah saya ini komandan #PCA (Pikus Cyber Army/Pekok Cyber Army) distrik Jabar!hanya saya fans tanpa batas dokdes!

    Reply Retweet Like

    imultea

    indra

  55. Para pencandu premanisme malak malak ngelunjak nginjak nginjak

    Reply Retweet Like

  56. Berarti kecanduan agama itu benar adanya 😱😱😱

    Reply Retweet Like

    RatnaManjali

    Ratna Manjali

  57. idmarzhall

    Marzhall

  58. Missing tweet: 995693064365600768

  59. pantes si rocky gerung bilang ini fiksi..fiksi yg memabuk kan kalau gitu

    Reply Retweet Like

    yuswitarsa

    yuswitarsa

  60. Kalo pasang elektroda bisa ngidentifikasi bagian otak yg aktif ketika mikir mau bikin rusuh ya, dok? If so, pas mikir spt itu, bisa gak elektroda-nya diset supaya otak menampilkan gambar artis kek

    Reply Retweet Like

    arifpoer

    Arif Purnomo

  61. Ide bagus nih Dok, bisa dibuat bagian dari hukuman, dipaksa utk operasi sebagai persyaratan sebelum napi bebas, sebagai jaminan menghilangkan efek “kecanduan”

    Reply Retweet Like

    susanti_sisca

    Sisca susanti

  62. mas ada dalam bentuk tulisan di fb or web untuk kultwit ini..

    Reply Retweet Like

    ircboy

    cryobi

  63. mirip khan dok, keliatannya pernah nulis dimana dan dikutip lengkap dan mirip dengan kultwit ini

    Reply Retweet Like

    ircboy

    cryobi

  64. Ngeselin nih dokdes, sekalinya dijawab singkat bgt.. 😓

    Reply Retweet Like

    sebatangkarat

    🏴‍☠️

  65. nanya: org yg kecanduan makan/ makanan tertentu jg bisa gini kan, walau udh ditakut2in kolesterol, sakit jantung, diabetes dll? bakal terus overeating sampe mati juga?

    Reply Retweet Like

  66. Karena bedes punya gen “nggak bisa brenti makan”

    Reply Retweet Like

    ryuhasan

    Ryu Hasan

  67. (( BIJAK BESTARI ))
    kosakata yang jarang aku dengar.

    Njenengan umur pinten pak dok?

    Reply Retweet Like

    nyoemhokgie

    I Nyoman Sunartha

  68. nyoemhokgie

    I Nyoman Sunartha

  69. Wkwkwkwk...lebih tepatnya mbali suroboyo meduro.
    Dunyo iki wes komplek dok, jenenge suku wes gak usum...bedes saiki campur aduk tumplek blek

    Reply Retweet Like

    nyoemhokgie

    I Nyoman Sunartha

  70. Bagaimana dengan kecanduan pornografi,rokok dan judi? Apakah sama? Cara mengatasinya?

    Reply Retweet Like

    Juwono_Sugianto

    Pelan-pelan, Sapi!

  71. Pls wejangannya dok.. kl tanpa bedah syaraf bagaimana cara mengatasinya?

    Reply Retweet Like

    Juwono_Sugianto

    Pelan-pelan, Sapi!

  72. udah lama gak laku pak di indonesia bedes2 MLM. skrg bedes2 pd convert ala2 HTI JUALAN AGAMA buat nyari makan @ryuhasan: Bedes2 sgt bahagia dimotivasi msk dlm populasi 2% bedes yg sukses, mereka akan kecanduan datang dlm sesi2 motivasi semacam ini. Perkara nanti sukses beneran...

    Reply Retweet Like

    Him_NKj

    Himawan Noorkanji