1. Exquisite Tweets from @ariomazda, @chempyon, @TvitterID

    snydezCollected by snydez

    Oke, urusan jemur menjemur sudah selesai. Sekarang yuk merapat. Kita belajar tentang kesalahan-kesalahan berlogika dan contoh-contohnya dalam keseharian.

    Saya batasi jadi 10 saja ya, yang menurut saya paling populer.

    Reply Retweet Like

    ariomazda

    Ario Bimo Utomo

    Saya sebenarnya sudah sejak lama ingin membuat thread ini, karena makin lama makin gemes melihat perdebatan netizen yang ngalor ngidul. Seringkali tak didasari argumen yang kuat, namun hanya saling lempar hinaan dan kesalahan dalam menyimpulkan pesan.

    Reply Retweet Like

    ariomazda

    Ario Bimo Utomo

    Oke, kita mulai dulu dari yang paling populer:

    1.) Ad Hominem

    atau bahasa gaulnya: ngata-ngatain.

    Reply Retweet Like

    ariomazda

    Ario Bimo Utomo

    Ad hominem ini adalah kesalahan logika ketika kita menyerang sosok pembawa argumen alih-alih argumennya. Kita memandang rendah pendapatnya hanya karena karakter personal yang kita anggap tak kredibel.

    Reply Retweet Like

    ariomazda

    Ario Bimo Utomo

    Contoh populer

    A: "Jadi demikianlah paparan saya. Kita perlu menambah jumlah peternakan lele karena tingkat konsumsi yang tinggi."
    B: "CYBORG MANA NGERTI WOOOOYY"

    Reply Retweet Like

    ariomazda

    Ario Bimo Utomo

    Hanya karena A adalah sesosok cyborg yang di mata B tidak mengerti apa-apa, B menganggap bahwa argumen A tentang peternakan lele tidak dapat diterima.

    B tidak memberikan argumen balasan mengapa peternakan lele tidak perlu ditambah.

    Reply Retweet Like

    ariomazda

    Ario Bimo Utomo

    2.) Slippery slope

    Familiar dengan tulisan di bawah ini? Naaah, ya ini contoh paling pas dari slippery slope.

    Reply Retweet Like

    ariomazda

    Ario Bimo Utomo

    Slippery slope adalah kesalahan berpikir yang mengasumsikan bahwa kejadian A akan berdampak pada kondisi kondisi ekstrem.

    "Bukannya mungkin ya?"

    Ya, tapi yang jadi masalah adalah saat tak ada bukti. Orang yang melakukan slippery slope lebih mendasarkan pendapatnya pada emosi.

    Reply Retweet Like

    ariomazda

    Ario Bimo Utomo

    Contoh lain:

    'Hari ini mereka minta X, besok mereka minta Y, pasti suatu hari nanti mereka akan melakukan Z! Untuk itu, jangan kasih mereka X!"

    Reply Retweet Like

    ariomazda

    Ario Bimo Utomo

    3.) Red herring

    Nama gaulnya: "lagi bahas apa, njawabnya apa."

    Reply Retweet Like

    ariomazda

    Ario Bimo Utomo

    Red herring ini adalah kesalahan berpikir ketika seseorang membawa topik yang tidak relevan untuk mengalihkan perdebatan.

    Mengapa namanya red herring? Ini merujuk kepada ikan herring yang kalau dimasak akan berubah kemerahan dan berbau menyengat, mendistraksi perhatian.

    Reply Retweet Like

    ariomazda

    Ario Bimo Utomo

    Ini sering banget muncul ketika ada berita bencana atau peperangan.

    A: "Mari galang dana, tunjukkan kepedulian kita untuk Wakanda"
    B: "Ngapain kita sok ngurus Wakanda? Di Kuvukiland, saudara kita mati setiap hari!"

    Reply Retweet Like

    ariomazda

    Ario Bimo Utomo

    4.) Strawman

    Dari semua kesalahan logika, menurut saya strawman ini yang paling menyebalkan. Ia terjadi ketika kita salah menginterpretasikan argumen orang lain, lalu menyerang argumen tersebut dengan interpretasi kita yang salah tadi.

    Istilah gaulnya: melintir omongan.

    Reply Retweet Like

    ariomazda

    Ario Bimo Utomo

    Pernah baca artikel-artikel dengan pembuka judul bombastis seperti "SKAKMAT!", "TELAK!", "BUNGKAM!" atau sejenisnya? Nah, hati-hati, bisa jadi banyak strawman di sana, apalagi kalau artikelnya berat sebelah.

    Reply Retweet Like

    ariomazda

    Ario Bimo Utomo

    Kesalahan argumen ini disebut strawman. Mengapa?

    Bayangkan kalian sedang marahan dengan A. Alih-alih mengkonfrontasi A secara langsung, kalian membuat "boneka jerami" untuk dipukuli sendiri, lalu kalian mengklaim menang berkelahi melawan A. Begitulah perumpamaannya.

    Reply Retweet Like

    ariomazda

    Ario Bimo Utomo

    Misalnya:

    πŸ‘¨β€πŸŽ“: "Pertama, kita perlu mengumpulkan bukti-bukti komprehensif agar pelaku dapat diganjar dengan setimpal."
    πŸ‘Ώ: "Jadi kamu tidak suka pelaku dihukum? Kamu simpati dengan pelaku, pasti kamu bagian dari jaringan pelaku!"

    Reply Retweet Like

    ariomazda

    Ario Bimo Utomo

    Terus besoknya, pernyataan kita dipelintir lagi di media massa:

    "Telak! Orang ini bungkam seorang simpatisan yang menolak agar pelaku dipidana."

    Nyebelin kan.

    Reply Retweet Like

    ariomazda

    Ario Bimo Utomo

    Untuk yang nomor 5-10 pending dulu ya, nanti lanjut lagi.

    Monggo dinikmati dulu 😁

    Reply Retweet Like

    ariomazda

    Ario Bimo Utomo

    Hai, saya kembali...

    Lanjut ke nomor berikutnya ya.

    Reply Retweet Like

    ariomazda

    Ario Bimo Utomo

    5.) Tu quoque

    Bahasa gaulnya: "kaya situ nggak aja"

    Reply Retweet Like

    ariomazda

    Ario Bimo Utomo

    Istilah tu quoque ini diambil dari bahasa Latin yang berarti "kamu juga"

    Kesalahan logika ini membalas kritikan dengan kritikan juga. Penyanggah merujuk kepada "kemunafikan" pembawa argumen, sehingga memunculkan anggapan bahwa argumen yang dibawa menjadi tidak valid.

    Reply Retweet Like

    ariomazda

    Ario Bimo Utomo

  2. Contoh:

    Kamu dikritik seorang teman karena menyontek esainya. Setelah itu, kamu balas kritikannya dengan mengungkit bahwa temanmu pernah menyontek di semester pertama.

    Reply Retweet Like

    ariomazda

    Ario Bimo Utomo

  3. Nah, tu quoque ini sering kita jumpai di postingan politik. Biasanya begini:

    "Woi, capresmu lho habis bikin kontroversi!"
    "Halah, kaya junjunganmu nggak aja. Tuh kemarin ngehoax!"
    "Junjunganmu raja hoax!"
    "Situ juga!"

    Muter di situ aja sampai capek.

    Reply Retweet Like

    ariomazda

    Ario Bimo Utomo

    6.) False dichotomy

    Here we go. Yang ini juga populer.

    False dichotomy adalah kesalahan berpikir yang menganggap bahwa hanya ada dua pilihan terhadap suatu kasus, walau nyatanya ada pilihan-pilihan lain di antaranya.

    Reply Retweet Like

    ariomazda

    Ario Bimo Utomo

    Nama lain false dichotomy ini adalah "black-white fallacy"

    "Kalau kamu tidak dukung Jokowi, berarti kamu pendukung Prabowo."

    Padahal nggak sesimpel itu. Bisa saja dia apolitis, bukan warga negara Indonesia, kecewa karena calonnya nggak lolos, atau pendukung @nurhadi_aldo.

    Reply Retweet Like

    ariomazda

    Ario Bimo Utomo

    Sama seperti twit viral saya yang dulu mengatakan bahwa tidak memilih nikah dini belum tentu memilih zina dini.

    Ada kemungkinan belum sanggup nikah karena lagi sibuk puasa, kuliah, kerja mbiayain keluarga, jadi shaolin, gabung ke Hydra, atau magang di Krusty Krab.

    Reply Retweet Like

    ariomazda

    Ario Bimo Utomo

    Buat yang belajar HI, pasti nggak asing dong dengan salah satu false dichotomy paling ampuh dua dekade belakangan ini:

    "Either you are with us or you are with the terrorists"

    Reply Retweet Like

    ariomazda

    Ario Bimo Utomo

    7.) Burden of proof

    Kesalahan berpikir satu ini terjadi ketika kita membuat sebuah klaim, lalu mengatakan itu benar hanya karena pihak lain tidak mampu membuktikan kesalahannya.

    Reply Retweet Like

    ariomazda

    Ario Bimo Utomo

    Contoh:

    A: "Michael Jackson masih hidup, yang meninggal pas 2009 kemarin itu cuma kloning."
    B: "Buathukmu."
    A: "Buktikan saya salah, kalau gak bisa berarti saya benar."

    Reply Retweet Like

    ariomazda

    Ario Bimo Utomo