1. Exquisite Tweets from @eajkraq, @gruusomeflower, @DevinaYo, @I_frankenstein, @arippkusuma, @in_makiy, @Rezaommo, @AstraAugusta, @moccamilan, @ohnay__, @asterinkeir, @uqoh, @sisiliasesy, @cindyaesti, @yocta_nr, @PenungguMonas, @kayu_bondol, @NgakipS, @imamrizki85, @hanimaulidy, @wildflwrr, @nfshfn, @amsalfoje, @fakhranrahmat_, @Dede_juniawan, @68Aca, @mrgrtlea, @AgungSetiyadi13, @wiebiechan, @dianakencanaw, @good_nacht, @andriekaryadi, @permenpapa, @KellyOktavian, @adsafha, @SafiraLandi, @fadmachine, @arinidita, @anchadoyok, @ulisisme, @mae_roseku, @_taniia88, @ano_sumarno_, @mia_kunrat, @suhuruangan, @sulaeman, @RazakAlKhatani, @BuckmeGM, @noda_manis, @egyadhitama_

    snydezCollected by snydez

  2. Kemarin saya nulis berita di @jakpost tentang siswi SMP di Pontianak yang dikeroyok cewe2 SMA gara-gara masalah mantan pacarnya sepupunya. Kalian pasti taulah kasusnya yang mana, ga perlu saya kasih hashtag karena hashtagnya ngejembrengin nama korban yang masih di bawah umur.

    Reply Retweet Like

    Kalau diamati, kemarahan netijen terhadap kasus tersebut terpusat pada 2 poin ini:
    1.vagina korban diduga ditusuk jari oleh pelaku untuk menghilangkan keperawanannya
    2.KPPAD Kalbar mengupayakan damai untuk melindungi masa depan para pelaku yang masih di bawah umur.

    Reply Retweet Like

    Setelah wawancara dengan para officials (polisi dan KPPAD), mereka membantah adanya kedua poin tersebut. Jadi sesungguhnya:

    Reply Retweet Like

    1. vagina korban tidak ditusuk jari oleh pelaku. Memang genitalsnya ikut kena hajar sampai memar tapi korban masih dalam keadaan pakai celana. Tidak ada kejadian jari masuk celana.

    Reply Retweet Like

    2. KPPAD memberi advokasi hukum kepada korban. Ketika korban minta kasus dilanjutkan secara hukum, KPPAD berkomitmen mendampinginya secara hukum. Jadi jangan takut si pelaku yang alay bitches itu bisa enak-enak bebas.

    Reply Retweet Like

    Sebenernya hoax-hoax itu udah di-debunk di dua artikel di @jakpost tersebut. Tapi kayaknya netijen lebih milih baca tweet daripada baca koran :(
    Plus artikelnya dikunci hanya untuk subscribers. Tambah raono sing moco.

    Reply Retweet Like

    Kalo mau baca nih aku sertakan linknya. Sukur-sukur ada yang mau subscribe. Decent journalism needs support, kalo mau yang gratis sono noh baca tribun aja noh yang banya iklannya.

    Reply Retweet Like

    Kasusnya emang ambyar banget tweepsss… saya yg pernah alay pas SMA juga geram banget rasanya. Kita memang harus marah sama kasus ini, gile aje 3 cewe SMA ngehajar 1 anak SMP sambil disorakin 9 cheerleaders. Pengen nyantet nga sih rasanya.

    Reply Retweet Like

    Kita juga harus marah bahwa perundungan dan kekerasan melibatkan anak terus terjadi. Tapi jangan lupa fact checking, okay… so we can be angry at the right things.

    Reply Retweet Like

    Hoax-hoax tersebut jadi bahan bakar utk kekurangpercayaan kita sama penegak hukum/authorities, lalu kita kesel dan pengen main hakim sendiri. Akhirnya muncul materi doxing identitas pelaku. Akun sosmed mereka disebar dan akhirnya mereka jadi kena cyberbully.

    Reply Retweet Like

    Tapi kok aku yakin ya netijen yang menghujat si pelaku di kolom komentar mereka itu sebenarnya hanya memberi makan ego mereka sendiri untuk marah-marah. Bukan utk menyelesaikan apa pun, dan akhirnya bikin rantai grudge jadi tambah panjang.

    Reply Retweet Like

    Nyatanya habis dibully netizen, para bitches itu masih tetep upload2 haha hihi sengak ga tau malu dan malah terkesan seneng karena engagementnya tinggi, bikin kita tambah kesel jugak kan hhhh mending adem2in diri nonton puppies video di The Dodo.

    Reply Retweet Like

    Trus, cowoknya yang jadi rebutan ini ke mana hey, kenapa dia nggak diangkat, ga dimasukin dalam diskusi juga? Cuma disebutkan sekilas sebagai alpha-male yang jadi motivasi utk para cewe saling hajar aja gitu? Enak sekali hidupmu, Fulgoso.

    Reply Retweet Like

    And also, kemarin saya ngobrol sama seorang peneliti ICJR. Katanya hukuman penjara anak di Indonesia itu *maaf-maaf nih* nggak efektif. Yang ada efeknya jadi destruktif.

    Reply Retweet Like

    I nfrastruktur dan sistem yang lemah menyebabkan minor offenders masih bisa in contact sama adult inmates di dalam lapas, dan mereka malah bisa jadi lebih parah pas selesai menjalani masa hukuman.

    Reply Retweet Like

    Menurut peneliti tsb hukuman yang pas adalah “Restorative Punishment” seperti social service.Aku juga kurang tau ya restorative punishment itu kek gimana,mungkin doing menial jobs for long hours kayak ngepel lantai puskesmas sekabupaten gitu kali ya nga tau deh googling deh wk

    Reply Retweet Like

    Segitu aja, Lur, semoga menjadi sedikit pencerahan. Aku sebenernya males bikin thread ini tapi kok gemes juga liat keributan ini. Jangan bully aku ya huhuhu takut aku tu sama netijen. Salam aspal gronjal.

    Reply Retweet Like

  3. Aku tuh gemas dari semalam tapi twit @jakpost yang copy-nya bilang bahwa detail yang beredar salah malah sepi. Kalau begini mimin jadi bingung harus gimana lagi 😭😭😭

    Reply Retweet Like

    DevinaYo

    Devina Yo

  4. waduh, ternyata beda ya sama yang beredar kebanyakan di somed. suwun gis pencerahannya.

    Reply Retweet Like

    arippkusuma

    Arif Kusuma

  5. Protected tweet: 1115883847617536000
    You might be able to see it if you sign in with Twitter.

  6. Kita cendrung tertarik aspek emosional dari pada aspek hukumnya, proses penuntasan perkara diluar pengadilan disederhanakan dengan istilah kekeluargaan, kalo marah siapa sih yg ga marah sama perlakuan yg diterima korban, tapi itu bukan alasan untuk tidak berfikir kan.

    Reply Retweet Like

    Rezaommo

    MAMAN RACING

  7. Terima kasih penjelasannya.
    Kita jadi dapat pencerahan mengenai kejadian ini. 🙏

    Reply Retweet Like

  8. bukannya ini bukan soal kasus rebutan cowok yah, Audrey nya dgn cowo ini (mantan pacar pelaku) sepupuan, Audrey dijadiin umpan. Awal masalahnya udah mantanan, trus ejek2an di socmed, tp yg kena imbas Audrey, yg gak tau apa-apa. Yg cowok gak bisa disalahin juga sih. IMHO.

    Reply Retweet Like

  9. While you're all here hehehehe this is my band @seahoarse_ 's album hehehe kali aja ada yang mau dengerin hehehe

    open.spotify.com/album/1cje05Mw…

    Reply Retweet Like

  10. imo si cowok gak ada hubungannya, jadi gak perlu dibahas

    Reply Retweet Like

    uqoh

    MFW

  11. Ak pernah diceritain kl di US ada hukuman society service diantaranya bantuin panti asuhan, panti jompo, bersihin taman, ngecat wilayah tertentu, dll. Dan diawasin petugas plus gak bs nyuap absen. Plus akan tercatat di cat kelakuan mrk smcm skcknya gt

    Reply Retweet Like

    sisiliasesy

    Sisilia Novi

  12. Tp mba, memang ada video Ketua KPPAD yg menyebut kalo bisa jangan masuk kepolisian bahkan pengadilan

    Reply Retweet Like

    cindyaesti

    Cindya Esti

  13. Fenomena cyberbully ini adalah fakta, ga akan selesai walau anda kritik. Bahkan pernyataan anda juga ada ajakan utk membully si cowok dgn mempertanyakannya. Selain sikap pelaku, tidakpercayaan pada hukum di sini bukanlah akibat, tapi sebab. Ini jadi PR bagi penegakan hukum kita.

    Reply Retweet Like

    PenungguMonas

    PenungguMonas

  14. Ya sdh, sy usul restorative punishment nya : kerja sosial di pedalaman papua selama 1 tahun, tanpa HP/gadget, TV, Radio dll.
    Korespondensi dg keluarga ckp pakai surat pos yg dikirim 1x per bln.

    Setuju ?

    Reply Retweet Like

    kayu_bondol

    GUNDAh guLAna

  15. Hee rek, band e mbak Gita dengerin juga dong... Kiii lho mumpung disuruh 🤣🙏🤣

    Reply Retweet Like

    NgakipS

    Ngakip Susilo

  16. Missing tweet: 1115888085303267335

  17. Mba ini harus login dan subscribe dulu ya kalo mau baca?:(

    Reply Retweet Like

  18. Missing tweet: 1115888868321112064

  19. Yg ngapain juga diekspose. Nambah korban bully ntar 🤣🤣.

    Reply Retweet Like

    amsalfoje

    Lasma - Melukis Manusia

  20. ---PESAN SPONSOR---
    Barusan editorku dan mba admin @jakpost bilang kalo mau baca beritanya tanpa langganan berbayar tinggal register aja tweeps, nanti dapat gratis baca berita premium content selama sekian hari. Aku sertakan tautannya lagi di bawah ya

    Reply Retweet Like

    ini kronologinya -->thejakartapost.com/news/2019/04/0…

    ini soal restorative punishment vs cyberbullying -->
    thejakartapost.com/news/2019/04/0…

    ---DON'T FORGET TO SUBSCRIBE---

    Reply Retweet Like

  21. Marah" dengan pelakunya di sosial media milik pelaku nda nyelesain masalah, mending kasusnya di kawal biar bisa di tangani secara adil oleh pihak yg berwenang

    Reply Retweet Like

    Dede_juniawan

    Dede Juniawan

  22. Protected tweet: 1115889881455235072
    You might be able to see it if you sign in with Twitter.

  23. Lalu ini gimana yah? Pasti ada 'dorongan' dari KPPAD buat korban utk gak ngelanjutin kasus ini ke kepolisian kan?
    twitter.com/propepsa/statu…

    68Aca

    Sarah MPA

  24. Enak sekali hidupmu felguso? 🤔
    yah mbaknya jg sama, akhirnya bikin rantai grudge jadi tambah panjang, kyk yg mba bilang sendiri di tweet ini ↴
    twitter.com/gruusomeflower…

    mrgrtlea

    Margareth Léa

  25. Missing tweet: 1115891364904960001

  26. Terimakasih pencerahan nya
    Jangan males ya
    Semangat terus

    Reply Retweet Like

  27. Agree banget!! Daritadi kepikiran di Indonesia tuh ga ada ya kaya hukuman jadi pekerja sosial, nyapu2 jalanan kek selama 1000 jam mungkin, misal sehari jatahnya berapa jam, kerja di panti sosial dll, yg bikin mereka belajar ttg hidup bersosial

    Reply Retweet Like

    wiebiechan

    Dwi Febriana

  28. good_nacht

    𝐁𝐞𝐥𝐝𝐚𝐦

  29. Protected tweet: 1115892837843914752
    You might be able to see it if you sign in with Twitter.

  30. I totally agree with you on this kind of punishment. these kids need to do series of chores like serving old people in nursing homes or kids in orphanage to shape them into a more humble human being. being locked up means nothing but making them holding grudges.

    Reply Retweet Like

    KellyOktavian

    Kelly Oktavian

  31. Kamu bener mbak kamu udah mewakili aku banget, makasih banyak mba, semoga thread mbak dibaca semua orang biar ga pada mentah2 tiap terima info

    Reply Retweet Like

    adsafha

    kanjeng

  32. Kronologinya ditulis di beritanya Kak. Ga perlu IMHO lagi.

    Salah satu pelaku (X) marah cowoknya msh berhubungan sama mantannya (P, sepupu korban). X dan P ribut di WA & IG. Korban ikut masuk dg bad-mouthing pelaku di sosmed.

    Korban dijemput, lalu P dijemput jg, dibawa ke TKP.

    Reply Retweet Like

  33. There is no point to be angry I think.

    Why dont take a proper way to solve the long term issue of bullying right?

    Reply Retweet Like

  34. Hayuklah bikin hukuman macam gini. Penegak hukumnya juga mesti berani ya bikin si pelaku beneran jalanin ini.

    Reply Retweet Like

    arinidita

    Budhita Arini

  35. anchadoyok

    𝚛𝚒𝚣𝚊𝚕 𝚊𝚕𝚏𝚒𝚊𝚗𝚜𝚢𝚊𝚑 𝚑𝚊𝚖𝚒𝚍

  36. Segera merapat biar bisa baca content premium yg free 😂🙏😂

    Reply Retweet Like

    NgakipS

    Ngakip Susilo

  37. Sampek saya mikir, seganteng apa tu anak sampek dributin? 😁😁😁😁

    Reply Retweet Like

    mae_roseku

    ♥ツRos ツ ♥

  38. Dari dulu setuju banget dengan ide social service ini spt di LN. Menurutku bakal lebih memberikan dampak bagi pelaku dibanding dikurung dlm penjara doang. Dan juga bikin calon pelaku lain mikir2 kalo mau ngelakuin krn bakal ada hukuman sanksi sosial yg tegas yg bikin mereka malu.

    Reply Retweet Like

  39. Missing tweet: 1115897336637607938

  40. gimana kalo kita panjangin "drama" nya ke media penyebar hoaknya... trus hajar rame2 lagi.... ini bahaya kalo media hoax seliweran terus....

    Reply Retweet Like

    ano_sumarno_

    ano sumarno

  41. Sanksinya hrs yg bener2 bikin mereka malu dan kapok, dan org lain ga bakal mau mengulangi hal yg sm. Misalny bersih2 sungai yg kotorrrr byk sampah campur (maaf) 💩 manusia, ato ngegosokin trotoar sepanjang xx km sampe kinclong. Atoo apa kek yg lain yg bermanfaat buat lingk juga

    Reply Retweet Like

  42. Missing tweet: 1115898830497693698

  43. pas aya "fulgoso" berarti kajamanan maria merecet hahahaha

    Reply Retweet Like

  44. Natizen hanya menunggu respon pihak2 terkait bgus usahanya sdh memviralkan!
    Meruntuhkan psikologis pelaku
    Akhirny kan pengacara sekelas Om Hotman Paris turun tangan juga

    Reply Retweet Like

  45. Sempet mikir kaya gini sih karena jujur belum pernah denger ada penjara anak di Indonesia, jadi kynya lebih efektif social services. TAPI kalo ujung2nya para petugasnya disogok sama ortu2 cirlider cilik ini ya sama ae mereka cuma leha2 gajadi ngepel lantai huft

    Reply Retweet Like

    BuckmeGM

    sherina munwolk

  46. Can’t agree more. Dr dulu kalau ada berita pasti wait and see dulu krn sebatas yg kita tau cuma dr media.

    Reply Retweet Like

    egyadhitama_

    Egy Adhitama

  47. Missing tweet: 1115903742271000578

  48. Protected tweet: 1115904215883427842
    You might be able to see it if you sign in with Twitter.

  49. Yah, tetap saja, gak membenarkan aksi bullying dan keroyokan sih, soal bad mouthing gak ngebenerin juga buat dikeroyok gitu. IMHO disini, yg cowok juga jgn digeret-geret, ntar ada yg bully, "eh segini doang diributin", bla bla bla, ya gak putus rantai bullying nya. Gitu mba'.

    Reply Retweet Like

  50. Karena kenapa si doi bisa hidup damai sementara ini cewek" jadi yg menderita?

    Reply Retweet Like

    good_nacht

    𝐁𝐞𝐥𝐝𝐚𝐦