1. Exquisite Tweets from @waribowo_, @cesarinae, @irwaniwe, @rezacaco, @terigusoda

    snydezCollected by snydez

    Missing tweet: 1118512378969124864

  2. Saya dari tadi ngeliatin status teman-teman pendukungnya Pak Prabowo lagi denial. Terus terang saja awalnya lucu but it's not even cute anymore. Saya sungguh mengasihani teman-teman yang kepalanya berkhayal kemana-mana

    Reply Retweet Like

    waribowo_

    Wisnu Aribowo

    Masalahnya daritadi:
    1. Nggak percaya quick count
    2. Mencurigai kecurangan penyelenggaraan
    3. Yakin sama hitungan internal

    Semuanya dibahas pake teori konspirasi yang di-tailored sama maunya dia.

    Pahami bahwa saya buat thread ini bukan buat ejek-ejakan. I'm doing you a favor.

    Reply Retweet Like

    waribowo_

    Wisnu Aribowo

    Favor? Yes. This is me telling people—via reasoning—to move on with their lives instead of doing whatever it is they're gonna be doing.

    Dari kasus pertama dulu: quick count.

    Tanya: apakah quickcount selalu benar?
    Jawabannya: ya tentu saja tidak.

    Reply Retweet Like

    waribowo_

    Wisnu Aribowo

    QC itu cuma mengambil beberapa TPS untuk dijadikan cerminan dari hasil hitungan sebenarnya—yang akan makan waktu lama banget. Makanya kita perlu yang cepet kan karena masyarakat kita tuh haus akan k o n t e n.

    Masalahnya karena keterbatasan biasanya jumlah sampelnya cukup kecil.

    Reply Retweet Like

    waribowo_

    Wisnu Aribowo

    Argumen kopi-paste dari tadi—well, ini dari 2014 sih sejujurnya—itu seperti ini:
    "TPS ada 800 ribuan yang diambil cuman 2-3 ribu ente mau percaya hasilnya?”

    Reply Retweet Like

    waribowo_

    Wisnu Aribowo

    Begini Mas, mBak. Memilih sekian ribu sampel TPS itu ya nggak sembarang. Ada tekniknya. Stratifed-random sampling kalau saya boleh tebak. Teknik itu yang menjadikan parameter dari hasil sampling memiliki akurasi yang baik.

    Jadi sampel-sampel TPS itu bukan dipilih cap cip cup.

    Reply Retweet Like

    waribowo_

    Wisnu Aribowo

    Beberapa qiyas/perumpamaan:
    1. Tes urin/lab darah itu yang diperlukan hanya sebagian saja untuk mengetahui kondisi mereka secara keseluruhan.
    2. Kalau kalian masak/ngulek sambel kalian akan icipi sebagian saja maka kalian dapat gambaran rasa masakan/sambel keseluruhan.

    Reply Retweet Like

    waribowo_

    Wisnu Aribowo

    Dua contoh itu pakai teknik sampel paling sederhana (simple random) dan hasilnya sudah cukup baik. Kalian rasanya ga pernah protes ke dokter setelah divonis gula darah tinggi sambil bilang, "darah segitu aja dipercaya, Darah dalam tubuh itu total ada sekian liter" kan?

    Reply Retweet Like

    waribowo_

    Wisnu Aribowo

    Nah saya tidak mau terlalu teknis, tapi lembaga survey itu pakai teknik yang jauh lebih repot dari simple random sampling. Tentu saja hasilnya akan tetap akurat. Beberapa malah klaim margin errornya di bawah 1% itu kan jago banget.

    Reply Retweet Like

    waribowo_

    Wisnu Aribowo

    Jadi untuk menjawab pertanyaan, "Mungkinkah hasil QC ini salah dan hitung realnya nanti menghasilkan Prabowo sebagai pemenang?"

    Saya harus jawab mungkin saja. Karena margin error itu ada. Betapapun kecilnya.

    Maka tidak bijak pula kalau Pak JKW merayakan menang hanya karena QC.

    Reply Retweet Like

    waribowo_

    Wisnu Aribowo

    Pahami bahwa:

    Yakin 100% hasil QC akan tepat itu tidak bijak.

    TAPI

    100% yakin bahwa hasil QC akan TIDAK TEPAT itu bukan tidak bijak lagi namanya—itu gila.

    Pak Prabowo (beserta tim, pendukung) itu beberapa sudah ada di taraf ini.

    Reply Retweet Like

    waribowo_

    Wisnu Aribowo

    “Okelah kalau salah hampir nggak mungkin. Tapi kan bisa aja lembaga survey bohong sebagai alat propaganda petahana untuk framing?”

    Well, sure. Let's entertain the idea that multiple scientists from various survey institions have agreed to lie for the incumbent.

    Reply Retweet Like

    waribowo_

    Wisnu Aribowo

    (meskipun itu hampir mustahil. sa kasih tau aja riset matematik itu duitnya dikit. kalau kelian dapat grand gede terus dipakek ngibul itu namanya bunuh diri)

    Tapi asumsikan saja bahwa kejadiannya emang begitu, maka solusi saya satu: kawalpemilu.org

    Reply Retweet Like

    waribowo_

    Wisnu Aribowo

    Buat yang belum tahu itu adalah inisiatif bagus dari Mas Ainun Najib dkk (yang sudah ada dari tahun 2014, btw) yang mengubah data analog (foto-foto form C1) menjadi digital (spreadsheets!) lewat bantuan Machine Learning.

    Apa bedanya sama QC biasa?

    Reply Retweet Like

    waribowo_

    Wisnu Aribowo

    KawalPemilu itu (harapannya) punya relawan yang ngaplotin hasil hitungan ke situsnya untuk kemudian diolah jadi spreadsheets yang kalian lihat itu. Jadi KawalPemilu itu REALCOUNT bukan Quick Count. Karena tidak disampel alias diambil semua. Gaul nggak tuh?

    Reply Retweet Like

    waribowo_

    Wisnu Aribowo

    "Tapi kan yang buat platform itu Jokower yang bias kenapa nggak pake internal kami jg yang ada ngitungin C1-nya?"

    Tentu saja kalau kubunya Pak Prabs punya platform lain yang serupa bagus saja buat pembanding dari KawalPemilu itu. Tapi....

    Reply Retweet Like

    waribowo_

    Wisnu Aribowo

    Sepintas yang saya lihat tadi kualitasnya ya begitu.

    Salah satu yang bikin kebanting adalah KawalPemilu itu siap data primer. Scan C1nya benaran ada dan kalian bisa lihat + cocokkan sendiri. Platform serupa yang diklaim sebelah sana cuman kasih data agregat saja (tabel,pie, dst)

    Reply Retweet Like

    waribowo_

    Wisnu Aribowo

    Berarti KawalPemilu itu siap "ditantang" kredibilitasnya. Bahkan kalau salah saya yakin mereka akan segera perbaiki juga via saran. Ini yang membuat mereka standout.

    Itu dan hasil hitungan 2014 dulu juga KawalPemilu bedanya tidak banyak. Meleset kurang dari sejuta kalau ga salah

    Reply Retweet Like

    waribowo_

    Wisnu Aribowo

    Itu SELURUH argumen saya tentang QC/sampling/kredibilitas kawalpemilu.

    Kalau kelian masih percaya bahwa masih aja ada yang salah dari itu semua, nih, ya mohon maaf saya nggak bisa bantu apa-apa.

    Reply Retweet Like

    waribowo_

    Wisnu Aribowo

    Sekarang soal kecurangan. Ini muncul dari omongan Pak Prabowo di konpers pertama. Beliau bilang ada saja gangguan-gangguan yang muncul sejak semalam dst.

    Reply Retweet Like

    waribowo_

    Wisnu Aribowo

  3. banyak sekali yang denial dan ngotot QC ini salah total, ini coba bikin tulisan di IG gitu biar bisa saya sebarkan Nu :p

    Reply Retweet Like

    cesarinae

    𝑶𝒌𝒌𝒚 𝑪𝒆𝒔𝒂𝒓𝒊𝒏𝒂

  4. Apa saja katanya? Pendukungnya dipersulit milihlah. Yang katanya dilarang nyoblos padahal datang sebelum jam 1. Atau mau nyoblos tp kehabisan logistik (surat suara, dst).

    Reply Retweet Like

    waribowo_

    Wisnu Aribowo

    Tapi itu kan tidak mesti langsung jadi merugikam Bapak toh? Bisa jadi di antara yang kesulitan itu malah banyakan yang akan nyoblos Pak Jokowi. Gitu kan?

    Atau KALAULAH mau diasumsikam itu sepenuhnya merugikan Pak Prabowo, ya ga akan pengaruh banyak. Kenapa? Ini itungannya.

    Reply Retweet Like

    waribowo_

    Wisnu Aribowo

    DPT kita ada 193 juta. Terus tadi dikabarkan bahwa tingkat partisipasinya untuk pemilu ini cukup tinggi juga sekitar 80%. Maka total yang memilih itu ada 154,4 juta orang.

    Dari segitu asumsikan 2% suaranya nggak sah, jadi total suara sahnya adalah 151,3 juta.

    Reply Retweet Like

    waribowo_

    Wisnu Aribowo

    Kalaulah saya make hasil QC yang 54-46 saja, maka total pemilih untuk pasangan:

    1. Jokowi-Ma'ruf ada 81,7 juta
    2. Prabowo-Sandi ada 69,6 juta

    Selisihnya ada 12 juta suara. 12.000.000 loh. DUA BELAS JUTA.

    Reply Retweet Like

    waribowo_

    Wisnu Aribowo

    Artinya akan butuh 6 juta surat suara "curang" yang tadinya memilih Jokowi-Ma'ruf untuk dihitung jadi pemilih Prabowo-Sandi BARU kemudian keadaannya bisa berbalik.

    Kalian pikir itu mungkin? Barang buktinya mau berapa banyak?

    Reply Retweet Like

    waribowo_

    Wisnu Aribowo

    Perspektif: satu TPS yang besar itu pemilihnya berapa sih? 300? Nah untuk mencapai 6 juta itu kalian HANYA perlu menemukan KECURANGAN TOTAL di.....

    ....20 ribu TPS. HABIS ITU harus yakinkan Bawaslu agar ada coblos ulang. HABIS ITU dalam coblos ulang harus semua pilih Prabowo.

    Reply Retweet Like

    waribowo_

    Wisnu Aribowo

  5. Anies menang quick count : kami percaya quick count!
    Jokowi menang quick count : quick count alat kecurangan! Apalagi mimik muka Jokowi ga bahagia gitu. Apalagi pihak 02 bernyali mengklaim kemenangan duluan.
    (padahal dari 2014 ya begitu begitu aja kelakuannya)

    Percuma nu 😂

    Reply Retweet Like

    irwaniwe

    irwan anugrah

  6. BARU kalau itu semua terjadi akan ADA KESEMPATAN Pak Prabowo itu bisa membalikkan keadaan dan dapat suara lebih banyak. Hampir mustahil, Saudara. Nemu 100 TPS begitu aja hampir nggak bisa, kan?

    Reply Retweet Like

    waribowo_

    Wisnu Aribowo

    Jadi udahlah. Capek tahu. Sayangi diri kalian sendiri. Apa iya mau sebulanan ke depan mantengin timeline cari tweet yang bisa "menenangkan nurani" kalian lewat pemuasan ego yang semu? Sayang bulan puasanya, tauk.

    Reply Retweet Like

    waribowo_

    Wisnu Aribowo

    Tentu saja BISA JADI semua ini salah dan kalian itu benar: benaran ada salah QC, lembaga survey bohong, ada kecurangan dst.

    Saya sih rela menelan ludah saya untuk menarik lagi semua omongan ini. Toppernya: thread ini gak akan saya hapus biar bisa jadi bulan-bulanan kalian.

    Reply Retweet Like

    waribowo_

    Wisnu Aribowo

    Tapi sementara ini saran saya, sebagai teman yang peduli, adalah lepaskanlah. Masih banyak yang bisa dikerjakan ketimbang harus bergumul sama pikiran-pikiran itu. 🤗🤗🤗

    Reply Retweet Like

    waribowo_

    Wisnu Aribowo

    Tambahan: kawalpemilu.org/#pilpres:0

    Itu adalah link hidup (live) rekap scan C1. Sampai 00.50 tanggal 18 April persentasenya masih 55-45.

    Reply Retweet Like

    waribowo_

    Wisnu Aribowo

    Tambahan 2: Ini harusnya masuk pas bicara soal "yakin sama survey internal sendiri". Ini metafor yang bagus sekali tp saya lupa selipkan.

    twitter.com/catuaries/stat…

    Reply Retweet Like

    waribowo_

    Wisnu Aribowo

    Ya gakpapa ke situ. Tp pas dah penuh dong hahaha. Itu kan provinsinya baru dikit. Perumpamaannya kayak mau nyobain sambel tp pas diambil sedikit ngaduknya belum rata.

    Reply Retweet Like

    waribowo_

    Wisnu Aribowo

    Ini bentuk tanggung jawab moral saja Pak sebagai guru matematika. Kasihan aja kan pada ngayal.

    Tp ya kalau sudah segitu poinnya tetep nggak percaya ya gue gabisa tolong lagi.

    Reply Retweet Like

    waribowo_

    Wisnu Aribowo

    Instagram bukan domain saya, Bu. Pakai threadreader aja kali ya biar bisa dikopas lengkap :)))))

    Reply Retweet Like

    waribowo_

    Wisnu Aribowo

  7. Bisa jadi kalau ternyata KPU juga hasilnya 55-45 mereka bakalan nyalahin KPU... dengan asumsi mereka sendiri. Well...let's see...

    Reply Retweet Like

    rezacaco

    reza caco

  8. Wah mas, lama ga baca kalimat "gaul ga tuh". Hahaha

    Reply Retweet Like

    terigusoda

    terigusoda