1. Exquisite Tweets from @fierza, @nataliardianto, @masdidikBWX, @danselstory, @jogja, @bangwinissimo, @gadasadox, @mohamad_rizal

    snydezCollected by snydez

    Millenial bakal susah punya rumah?

    Hmm, emang patokan kita "perlu rumah" itu apa sih?

    Mending beli rumah atau kontrak?

    Reply Retweet Like

    fierza

    fierza yamuiz

  2. Menarik banget pemikirannya. Kalau saya pribadi pro beli rumah.

    Saya orangnya sangat future oriented, jadi perspektif saya what-if-nya agak jauh.

    What if you live to be over 55 years old? What if you are an employee of a private company?

    ... (Continued)

    nataliardianto

    Natali Ardianto

    Jadi setelah pensiun, tentunya sebagai karyawan swasta, rata-rata tidak ada program pensiun yang pasti kecuali BPJS (atau perusahaan startupnya punya program pensiun yang keren banget).

    Nah, andaikata expense kalian Rp 20 juta per bulan (taking account inflation), maka...

    Reply Retweet Like

    nataliardianto

    Natali Ardianto

    Maka utk survive masa pensiun (asumsi masih hidup 20 tahun lagi), harus punya tabungan Rp 4,8 milyar.

    Pengeluaran Rp 20 juta asumsi millennial paling tua usia 35 tahun, jadi itu inflasi 20 tahun, dan tentunya pengin hidup enak di masa pensiun kan.

    Reply Retweet Like

    nataliardianto

    Natali Ardianto

    Nah sekarang kita cek ngontrak rumah 20 tahun lagi kira-kira berapa? Di tahun 2040-2060 ketika anda sudah pensiun. It will eat up a big portion of your expenses.

    Reply Retweet Like

    nataliardianto

    Natali Ardianto

    Saya punya rumah. Dulu 13 tahun lalu saya beli dengan harga 180 juta. Sekarang di sekitar rumah saya harganya sudah 1 milyar lebih. Kira-kira mungkin ngga kalau 20 tahun lagi harganya 3x lipat? Sangat mungkin.

    Reply Retweet Like

    nataliardianto

    Natali Ardianto

    Dulu nyicilnya juga dengan susah payah, 30%++ pendapatan buat nyicil. Nyicilnya 1,8 juta rupiah. Dengan pendapatan Rp 5 juta.

    Tapi lucunya, 10 tahun kemudian, nyicil Rp 1,8 engga kerasa, karena pendapatan tentunya sudah naik juga khan.

    Reply Retweet Like

    nataliardianto

    Natali Ardianto

    Dan sekarang saya tinggal di rumah yg berbeda, karena orang tidak bisa menduga rejekinya di masa depan seperti apa. Saya termasuk yang beruntung. Dan rumah lama saya bisa jadi kontrakan untuk milenial yg lain. 😬

    Reply Retweet Like

    nataliardianto

    Natali Ardianto

  3. Lama gak muncul, begitu muncul langsung menginspirasi πŸ”₯

    Reply Retweet Like

    masdidikBWX

    Mas Didik Banyuwangi

  4. emang beda klo sdh dpt rejeki nomplok dari jual startup nya :)) - beda sm sy yg msh kuli di negara orang :))

    Reply Retweet Like

  5. jogja

    Candi Borobudur itu ...

  6. Dan yang paling penting, ada something yang bisa di turunkan ke anak-anak saya kelak.

    Uniknya, semua asset dan investasi yang saya dan istri @nuniek miliki, kita masukkan ke perusahaan investasi yang pemegang sahamnya kami berdua.

    Reply Retweet Like

    nataliardianto

    Natali Ardianto

    Jadi nanti ketika anak cukup umur, mereka jadi pemegang saham juga, dan andaikata kenapa-kenapa dengan kami, sahamnya kami hibahkan secara adil ke anak-anak.

    Keuntungannya, mereka ngga akan gono gini masalah aset, karena adil rata.

    Reply Retweet Like

    nataliardianto

    Natali Ardianto

    Andaikata punya dua rumah, siapa yg dapat rumah A, siapa yg dapat rumah B? Bagaimana kl rumah A lebih mahal dari rumah B, apakah si kakak yang dapat rumah lebih mahal?

    Ujung-ujungnya mereka memutuskan untuk menjual rumah, dan dibagi rata ke anak-anak.

    Reply Retweet Like

    nataliardianto

    Natali Ardianto

    Padahal kalau di kontrakkan, bisa menjadi passive income untuk mereka berdua. Mereka sendiri bisa dapat "gaji" dari perusahaan tersebut. Win win banget bukan?

    Dan tentunya juga mendapatkan deviden dari startup-startup yang kami invest.

    Reply Retweet Like

    nataliardianto

    Natali Ardianto

    Ya masa depan ngga ada yang tahu. Tapi destiny tercipta dari decisions kita koq. Jadi kita harus plan ahead kl mau destiny nya "mendingan"

    Reply Retweet Like

    nataliardianto

    Natali Ardianto

  7. Btw bikin PT cuma Rp 50 lho, modal setor cuma Rp 12,5 juta. Jadi jangan pikir mahal dan ribet ya. Malah bisa lebih hemat pajak 😬

    Reply Retweet Like

    nataliardianto

    Natali Ardianto

  8. Terimakasih sharing nya Om @nataliardianto

    Kalau ada waktu luang, boleh dong share lebih lanjut ttg perusahaan investasi ini.
    (Buat pelajaran bagi kami).

    Reply Retweet Like

    mohamad_rizal

    mohamad rizal

  9. nanya deh kali2 ada masukan - gmn kalo sdh berkeluarga dan ada anak, trus tabungan cm sedikit but ada ide startup yg perlu di eksekusi? Klo secara tradisional sih hrsnya misal minimal ada tabungan utk hidup dan emergency 2 thn, br bisa execute startup nya ...

    Reply Retweet Like

    Misal ny skrg gaji 150jt, but living cost dll 100jt, nah kan ga bakal tu ke execute ide buka bisnis nya unless ada tabungan cash minimal 2m + 1m (emergency fund utk sakit dll).

    Reply Retweet Like