1. Exquisite Tweets from @WidasSatyo, @wowrfdd, @krapeajjaepark, @neomunanana, @Oleanderfleur, @hellmi19, @Fha_Alpa, @2303Habib, @ameliatantys, @semangkasegar, @bebekchan26, @Yuni_Haryanto, @Mr_Gufron, @shafirameilissa, @thrifttrap, @nesatria

    snydezCollected by snydez

    Kalo menurut @KATADATAcoid, 150juta penduduk RI aktif menggunakan medsos. Dari 150juta ini, 88% paling aktif di Youtube.

    Artinya, user YT bs sampe 132juta penduduk RI. sedangkan subscribers Atta sendiri mencapai 18juta user. Artinya, subscribers Atta sekitar 13,6% dr user YT.

    Reply Retweet Like

    WidasSatyo

    Widas 🐊

    Atta Halilintar menyadari masyarakat Indonesia paling suka bacot, ghibah, dan kontroversi. Dan dia eksploitasi habis2an itu.

    Dasarnya apa mas?
    Merujuk survey KPI taun 2017 ini. Infotainment dianggap tidak memenuhi standar KPI krna terlalu banyak mengekspose privasi orang lain.

    Reply Retweet Like

    WidasSatyo

    Widas 🐊

    Gak cuman televisi, di sosmed pun, bahan gosip jadi konten yg cukup laris. Itulah kenapa akun semacam lambe turah buanyak yg follow. Bahkan informasinya pun digali dari banyak sumber, termasuk DM/info dari followers2nya. Bukti sahih netijen seneng buanget gosip dan kontroversi.

    Reply Retweet Like

    WidasSatyo

    Widas 🐊

    Dengan menyasar segmen pasar netijen yg haus akan gosip dan kontroversi, Atta konsisten menguatkan "brand" nya sbg content creators family vlogs disini. Semakin jadi kontroversi, semakin naik viewersnya, semakin berpotensi nambah subscribersnya.

    Reply Retweet Like

    WidasSatyo

    Widas 🐊

    "Bodo amat, mas widas. Aku tetep gak nonton dan gak subscribe kok"

    Ya gak masalah. Berarti Anda diluar segmentasi pasar si Atta dan Atta gak punya kewajiban untuk menjadikan Anda segmentasi pasarnya.

    Seperti halnya manusia yg ga bs menyenangkan semua orang.
    Brand jg sama.

    Reply Retweet Like

    WidasSatyo

    Widas 🐊

    Justru sebuah brand harus punya positioning yg jelas. Mereka ada untuk memenuhi kebutuhan segmentasi yg mana??

    Lower class?
    Middle class?
    Upper class?

    Ndak bisa Anda ingin mantep di segmen upper class dan lower class sekaligus krna ini berkaitan dgn perceived value customers.

    Reply Retweet Like

    WidasSatyo

    Widas 🐊

    Apa itu perceived value?
    Merujuk @Investopedia, secara sederhana perceived value dipahami sbg :

    evaluasi atau persepsi dari customers terhadap suatu produk/jasa dalam kemampuannya memenuhi kebutuhan dan ekspektasi customers.

    Reply Retweet Like

    WidasSatyo

    Widas 🐊

    Segmen upper class berani membayar mahal suatu produk dengan harapan produk itu punya kualitas, value, dan prestige yg sepadan.

    Kalo brand itu nyasar ke pasar bawah juga, persepsi prestige dan kualitas dari kalangan upper class akan memudar.

    "Yaelah pasaran ternyata... "

    Reply Retweet Like

    WidasSatyo

    Widas 🐊

    Dalam konteks marketing, Atta Halilintar berhasil menerapkan strategi STP dengan baik.

    Apa itu strategi STP? Menurut paparan Philip Kotler, STP itu komponen yg digunakan dalam melakukan strategi pemasaran. STP meliputi :
    - Segmentation
    - Targeting
    - Positioning

    Reply Retweet Like

    WidasSatyo

    Widas 🐊

    SEGMENTATION

    Secara sederhana kupahami seperti ini. Atta Halilintar melakukan klasifikasi user social media berdasarkan : gender, usia, social class, dan minat mereka dlm bersosmed.

    Kelompok mana yg akan dijadikan target marketnya?

    Reply Retweet Like

    WidasSatyo

    Widas 🐊

    TARGETING

    Setelah melakukan segmentasi pasar, Atta kemudian menentukan target pasarnya. Kalangan muda, aktif berjam-jam di youtube, dan yg suka gosip/kontroversi. Dan dia eksploitasi maksimal disitu. And it worked so well for him.

    Reply Retweet Like

    WidasSatyo

    Widas 🐊

    POSITIONING

    Setelah target market sukses dieskploitasi, Atta kemudian memantapkan positioningnya dgn konsisten sharing konten yg digemari segmentasi pasarnya tadi. Dimana dia sukses dan cukup konsisten menjaring banyak jumlah viewers.

    Reply Retweet Like

    WidasSatyo

    Widas 🐊

    Jadi, Anda warga twitter sebetulnya ndak perlu merasa keren dengan salty ke Atta Halilintar.

    Ke-salty-an Anda ndak mengubah fakta channel Atta merupakan channel youtube dgn subscribers terbanyak di Indonesia. Dan malah akan bertambah kalo ada warga twitter disini yg "luluh".

    Reply Retweet Like

    WidasSatyo

    Widas 🐊

    Saya jadi inget jaman SMA dulu banyak haters musisi band Melayu, kayak Wali, ST12, Kangen Band, dll. Bilang musik mereka alay atau kampungan lah. Bahkan di sby, ada stasiun radio yg dulu ogah muterin lagu mereka loh. Inget bgt ada yg request malah diketawain penyiarnya. πŸ˜‚

    Reply Retweet Like

    WidasSatyo

    Widas 🐊

    Tapi segala ke-salty-an itu ndak mengubah fakta peminat musik Melayu tetep banyak. Lagu mereka laris di jamannya. Apakah itu artinya selera musik mereka buruk? Ndak juga. Anda aja yg bukan segmentasi sana. Sama kayak Atta. Anda cuman gak satu segmentasi aja sm subscribers mereka

    Reply Retweet Like

    WidasSatyo

    Widas 🐊

    Itulah tadi kukatakan kenapa Atta Halilintar itu smart. Dia berhasil mengeksploitasi hasrat psikologis netijen yg doyan gibah, hujat, dan bacot, lalu jadiin itu semua duit.

    So, fair play to him. πŸ˜πŸ˜€

    Reply Retweet Like

    WidasSatyo

    Widas 🐊

  2. konkrit sih ini. sebenci bencinya aku sama infotainment, tapi kalo nonton gosip gak ada berantemnya alias cuma adem ayem berita prestasi, aku bosen hahaha ya ampun tapi untung jarang nonton tv.

    Reply Retweet Like

    wowrfdd

    πŸŒΈπŸ…΅πŸ…ΈπŸ†ƒπŸŒΈ

  3. Iyaaa mas. Bbrp waktu lalu dosenku bahas seperti ini jg. Memang diciptakan positioning nya seperti itu, termasuk sub atta.

    Reply Retweet Like

  4. Yg herannya akutu bg, yg jenius berbau IPTEK n berproduktif nemuin β€œini itu” yg bersifat β€œfuture energy” exploitnya cuma sebentar

    Reply Retweet Like

    Oleanderfleur

    Vebyane πŸ₯€

  5. Tapi ya tetep kesel aja bang. Saya pikir di awal dia naik dan dengan ketenaran yg dia punya, bisa giring massa dengan konten2 yg lebih baik bila dibandingin dengan konten2nya yg sekarang. Ealah malah tambah mengeksploitasi hasrat2 berlebih netizen.

    Reply Retweet Like

    hellmi19

    Saifullah H

  6. Mas.. Ada alasan kenapa orang lebih dikenal krna sensasi drpd krna prestasi

    Reply Retweet Like

    WidasSatyo

    Widas 🐊

    @Vlythelvey Krna mereka gak menarik untuk jadi bahan ghibah.

    Reply Retweet Like

    WidasSatyo

    Widas 🐊

  7. Pdhl mereka sering kami ghibahin bg, eh duh ketauan 😭

    Reply Retweet Like

    Oleanderfleur

    Vebyane πŸ₯€

  8. Sensasi lebih enak buat digoreng media om. Hahaha. Tp knp ya ga dibikin lembaga yg maintain n memfilter sensasi2 berlebih macam yg udh melebar skrg?(ap udh ad?) yg mngkin brpengaruh buruk ke generasi kedepan. Tp media, platform, penikmat juga senengnya begituan sih..susah

    Reply Retweet Like

    hellmi19

    Saifullah H

  9. Missing tweet: 1156706299523948544

  10. Fha_Alpa

    fee art toon

  11. Fha_Alpa

    fee art toon

  12. 2303Habib

    Achmad Chabib Abdul Rofiq

  13. Uanjirr berarti emg udah populer sejak dulu ya. πŸ˜‚

    Reply Retweet Like

    WidasSatyo

    Widas 🐊

  14. Setuju. Pada alay banget ngusir Atta sampai bikin petisi segala, kalau tidak mau lihat cuitannya, Twitternya Atta tinggal diblok aja.
    Saya juga bukan target marketingnya Atta, tapi ngelihat dia sampai -kasarnya- diusir sama netizen Twitter jadi sedih juga sih, kasihan.

    Reply Retweet Like

  15. Haha ini yang saya jelaskan ke temen kantor yg bener2 benci banget sama Atta. Padahal dia ga jahat sama dia juga secara langsung. Tugas Atta tuh jualan. :))

    Reply Retweet Like

    semangkasegar

    α΄α΄‡ΚŸΙͺsα΄€ ʟΙͺʟ α΄˜α΄€Ι΄α΄…α΄€

  16. Tapi ga ada satupun org yg ku kenal nge subscribe channel dia. Kok bisaaaa????

    Reply Retweet Like

    bebekchan26

    mesmeryzing

  17. Ndak subscribe belum tentu ndak nyumbang angka views juga πŸ˜„

    Reply Retweet Like

    WidasSatyo

    Widas 🐊

  18. Berarti satu circle anda bukan ceruk pasarnya Atta. πŸ˜„

    Reply Retweet Like

    WidasSatyo

    Widas 🐊

  19. Hahaha sempet tertular om bentar anti aliran melayu. Lama" sadar klo melayu enak juga didenger 😁

    Reply Retweet Like

    2303Habib

    Achmad Chabib Abdul Rofiq

  20. Aku lbh suka dengerin ndx aka drpd band jazz indie aokaoakaok bodo amat sama komentar netijen

    Dek opo kowe laliii...
    🎹🎷

    Reply Retweet Like

    WidasSatyo

    Widas 🐊

  21. Ya sama dengan sinetron lah
    Segmentasi kaum bawah yang suka cerita andai andai yasudah digarap lah 2kwkwkwk

    Reply Retweet Like

    Mr_Gufron

    ꦄꦲ꧀ꦩꦒ꧀ꦒꦸκ¦₯꦳ꦿꦺꦴꦀ꧀

  22. Apa umur juga mempengaruhi selera musik ya om ? Hahahahaha 🀣

    Reply Retweet Like

    2303Habib

    Achmad Chabib Abdul Rofiq

  23. Mungkin circle teman mba org ber 4 sisa nya temen-temenan 😁😁😁😁

    Reply Retweet Like

    thrifttrap

    Ha Ha Be Be