1. Exquisite Tweets from @selphieusagi, @budimandjatmiko

    snydezCollected by snydez

    Nama Barat di Indonesia sebenernya udah banyak ya kalo masih kayak Valerie, Evelyn, Samantha, Jennifer, Angel, Grace, dll.

    Yg masih jarang: Amber, Blair, Charlotte, Madison, Dakota, Zoe, siapa lagi ya?

    Jadi mau main The Sims 😠

    Reply Retweet Like

    selphieusagi

    SELVIANA

  2. 1950-an, nama asing perempuan NKRI urban berbau Belanda (Zeitje, Inke, Meike), 1970-an berbau Anglo (Gladys, Tracey). 1990-an berbau Rusia (Kayla, Raisa, Tasya). 2000-an, nama perempuan urban-nya berbau Arab (Atiqah, Rainun). Juga Yahudi (Abigail, Rachel)

    budimandjatmiko

    Budiman Sudjatmiko (IG: budimaninovator)

    Ngedaftar nama2 perempuan, jd inget lagu "Song for Whoever", yg ngehits pd 1990an ttg komposer lagu yg sengaja macarin banyak gadis spy tiap kisah cintanya jd inspirasi u/ lagu2nya. Dan dia kaya dr situ ..😥 youtu.be/CA97HEHPT3Q

    Reply Retweet Like

    budimandjatmiko

    Budiman Sudjatmiko (IG: budimaninovator)

    Bandingkan dgn orang Jepang dr zaman Tokugawa sampai zaman Shintaro Abe, orang.Thailand dr Kerajaan Ayuthaya sampai Abisit Vejajiva, Korea dr Kaisar Yu Sin sampai Kim Jong-un, pola nama2 mereka tak berubah. Kita ini adaptif sbg pengunduh tp blm sbg pengunggah

    Reply Retweet Like

    budimandjatmiko

    Budiman Sudjatmiko (IG: budimaninovator)

    Mau tahu contoh mutakhir nama2 khas Nusantara (contoh dr suku Jawa)? Tuh lihat nama anak2nya pak @jokowi: Gibran Rakabuming Raka, Kahiyang Ayu & Kaesang Pangarep. Pun nama cucu2nya (saya yakin ini idenya pak @jokowi): Sedah Mirah & Lembah Manah

    Reply Retweet Like

    budimandjatmiko

    Budiman Sudjatmiko (IG: budimaninovator)

    Wasuh aku diprotes pasukannya Jan Ethes karena gak memasukan namanya. Ya ini: Jan Ethes Sinanendra

    Reply Retweet Like

    budimandjatmiko

    Budiman Sudjatmiko (IG: budimaninovator)

    Saya harap teman2 Tapanuli bisa memperbanyak nama depan yg khas: Lamhot, Sihol, Pardamean, Sahat, Tumpak, Tigor, Hamonangan dll. Bukan cuma George Washington, Edward & James (tokh mamak-nya panggil dia sungguh2 Jamés, bukan Jims kan?)

    Reply Retweet Like

    budimandjatmiko

    Budiman Sudjatmiko (IG: budimaninovator)

    Akan sangat menarik jika ada antropolog yg melakukan studi knp bangsa China, Rusia, Inggris, Spanyol, Arab, Korea, Thailand & Jepang sukses mempertahankan pola nama anak cucu mereka selama ratusan/ribuan thn & kita berubah2 polanya dgn cepat?

    Reply Retweet Like

    budimandjatmiko

    Budiman Sudjatmiko (IG: budimaninovator)

    Nama (sebagaimana Kata) adalah produk emosi. Apakah dgn perubahan trend nama, juga indikasi emosi (kolektif) masyarakat kita berubah2? Pertanyaanku jd makin mengusik: "Apakah kita yg suka terombang-ambing, tak punya emosi kolektif yg stabil seiring zaman?"

    Reply Retweet Like

    budimandjatmiko

    Budiman Sudjatmiko (IG: budimaninovator)

    Bukan cuma evolusi nama seiring Waktu, bahkan keragaman nama2 tradisi orang Indonesia pun tergantung Ruang. Germanik mempengaruhi Indonesia Timur Laut, Latin mempengaruhi Indonesia Tenggara, India mempengaruhi Jawa & Bali sementara Arab mempengaruhi Barat-nya

    Reply Retweet Like

    budimandjatmiko

    Budiman Sudjatmiko (IG: budimaninovator)

    Setelah merdeka, evolusi td terus berlangsung dgn periode2 yg kusebut di awal tadi (wilayah perkotaan): Belanda, Anglo, Rusia & Arab yg mencampurbaurkan nama2 tradisi dgn nama2 depannya. Misal...

    Reply Retweet Like

    budimandjatmiko

    Budiman Sudjatmiko (IG: budimaninovator)

    Meike Kusumohadi (nama bapaknya Jawa tradisional), Meike menikah dgn Bagus Kuntjoro pd 1960-an akhir. Anaknya Gladys. Gladys menikahi Rudianto. Cermati: Anto nama Jawa biasa tp mulai ditambah nama Barat: Rudi jd Rudianto. Nama Rudianto tak ada di era kolonial

    Reply Retweet Like

    budimandjatmiko

    Budiman Sudjatmiko (IG: budimaninovator)

    Rudianto & Gladys melahirkan Susan binti Rudianto (Susan masih nama Anglo-Saxon) pd 1970. Saat Susan menikah dgn Hermanto (gabungan Anto yg Jawa dgn Herman yg Germanik/Belanda) mereka melahirkan Raisa, Tasya & Kayla (pengaruh Rusia) awal & akhir 1990-an

    Reply Retweet Like

    budimandjatmiko

    Budiman Sudjatmiko (IG: budimaninovator)

    Raisa pun pacaran & menikahi Taufiq Ahmadi (keluarganya berevolusi dr trayektori lain di pedesaan Muslim). Punya anak namanya Nastasya Ahmadi yg karena satu & lain hal akhirnya hijrah jd Aisyah Ahmadi. Hilanglah Tikem, Sarinah & Parjiyem ditelan zaman🤔🤔

    Reply Retweet Like

    budimandjatmiko

    Budiman Sudjatmiko (IG: budimaninovator)

    Inilah "100 Years of Solitude" (100 Tahun Kesunyian) versi saya. Sila bandingkan dgn :100 Tahun Kesunyian" versi asli ttg bgm nama2 Spanyol bertahan dr abad2 sebelumnya di kalangan Mestizo (Spanyol Indian) di Amerika Latin. Bandingkan jg dgn Oshin di Jepang

    Reply Retweet Like

    budimandjatmiko

    Budiman Sudjatmiko (IG: budimaninovator)

    Saya menulis thread ini cuma u/ mengingatkan diri kita semua bhw bangsa Indonesia sangat adaptif & cepat menikuti trend. Bisa baik & bisa buruk. Baik jika Daya Cipta dimiliki bangsa ini. Setengah baik jika punya Data Cerna. Tp buruk jika cuma punya Daya Beli

    Reply Retweet Like

    budimandjatmiko

    Budiman Sudjatmiko (IG: budimaninovator)

    Jika Nama (spt Kata) adalah produk emosi, maka Emosi + Daya Cipta melahirkan gairah berproduksi, Emosi + Daya Cerna melahirkan gairah belajar. Tp krn Emosi + Daya Beli melahirkan gila belanja maka On line business jd GAYA HIDUP bukan saluran produk2 berlimpah

    Reply Retweet Like

    budimandjatmiko

    Budiman Sudjatmiko (IG: budimaninovator)