1. Exquisite Tweets from @bicaraboxoffice

    snydezCollected by snydez

    A personal deep-dive into #Gundala.

    Obviously, a thread.

    Warning: ini nggak ada objektifΒ²nya sama sekali. Memang ini film orang lain yang bikin, produseri, sutradarai, perankan.

    Tapi saya merasa ini "film saya" banget.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Sejak awal, menarik sekali pilihan treatment untuk menampilkan secuplik masa kecil Sancaka, yang tak ada di komik, namun ada di dalam catatan Pak Hasmi.

    Diwakili dengan sebuah "one perfect shot" yang cukup cantik.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    BTW brightness-nya tinggi banget apa mata saya yang salah ya.
    Ah sudahlah biar pokoke bisa nonton lagi berkali-kali.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Sancaka dari kecil memang nerd. Pas jadi insinyur.
    Lampu rusak di rumah, dioprek sendiri.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Ya, saya suka kata-kata seperti ini.

    You know, just like "In time, they will join you in the sun".
    Oh, love, love them.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Eh, bentar, ini kalo yang teriak "spoiler" enaknya diapain? 🀣

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    "Blood-sucking Knife concepts" from The Art of Gundala.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Ada pisau tergeletak. Namun sang penusuk tak tampak membuang pisaunya.
    Benarkah?

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Ledakan geram Sancaka.
    Terdengarkah suara-suara yang bukan keluar dari mulut kecil itu?

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Dan, petir pun hadir untuknya.
    Ke mana tepatnya kedua lidah petir menyambar?

    Sekadar, ahem, mengasah otak.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Pilihan unsur warna baju Awang rasanya bukan kebetulan.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Awang dalam JSB/BCU sudah badass sebelum jadi tempat bersemayamnya Godam.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Hey, I *do* have my gripes.
    This one plot device feels too convenient.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Resonansi.
    Darah seorang pahlawan.

    Itu baru foreshadowing. Nanti ada lagi.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Ir. Sancaka adalah cerita dalam komik. Di sinilah jagat komik dan sinema bersimpang jalan.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    The Djakarta Times.
    Koran resmi Jagat Sinema Bumilangit 😁

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Lagi-lagi "one perfect shot"
    Suka banget tata sinematografinya Gundala ini, keren mampus!

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Lagi.
    Denging.
    Panggilan dari langit.
    Guntur biasa, tak bisa berkata.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Kisah latar belakang Pengkor si Penggulung Jagad di komik tidak seperti ini.
    Kita belok dikit ke komik ya?

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Nukilan monolog Pengkor dalam "Gundala Cuci Nama" (1974)

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Saya pernah baca/dengar, ada yang beranggapan bahwa asal-usul ataupun keberadaan anak-anak Bapak harus dijelaskan lewat komik pendamping.
    Sungguh, saya malah jadi bingung.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Mantra "Sare" ini nanti menjadi bagian penting dari pertempuran puncak.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Transisi antar adegan di sini sebenarnya jelas sekali mengatakan: ini adalah ilusi, selagi di bawah pengaruh mantra.
    Jelas sekali.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Sneak preview Ki Wilawuk.😁
    Jiwa fanboy saya menggelegak ketika pertama melihat adegan ini.
    HOLY SHIT THEY"RE REALLY DOING IT.
    Dan, ya, horor dan komik Gundala itu memang satu tarikan napas.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Gejolak jiwa fanboy emang gitu 🀣
    Tiap pertama liat adegan atau tokoh ikonik di layar lebar, antara mau teriak dan mau nangis jadi satu.
    Baik itu liat Original Avengers maupun DC Trinity pertama kali dalam satu shot, rasanya sama aja.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Lah, Sancaka jadi Gundala aja belom, kok udah kebayang Ki Wilawuk?

    Sebuah rahasia masa silam masih tersimpan.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Kata mutiara dari Sedhah Esti Wulan saat kita pertama menjumpainya 😁

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Jangan lupa bahwa Abimana Aryasatya adalah seorang pesilat sejak remaja.
    Dan jauh sebelum Gundala dibikin, Abimana menekuni Silat Panglipur.
    Berguru kepada siapa? Cecep Arif Rahman.
    Sekadar masukan bagi yang mau mengkritisi berantemnya Abimana.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Guratan kedua di telinga Sancaka, kali ini di telinga kiri.
    Telinga kanan, ingat kan kapan?

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Busted! 😁
    Worst FX work of the film. See, I'm being fair enough.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Langit meraung begitu keras.
    Seakan tidak terima atas perlakuan yang diterima Sancaka.
    Dengarkan.
    Perhatikan.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Ghazul dan Pengkor.
    Fanboy-ing like crazy again 🀣

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Suara.
    Telinga.
    Mendengar.

    Adalah tema dan metafor yang mengalir di sepanjang film ini.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Dalam komik Gundala, ada karakter Nemo yang merupakan personifikasi dari sang pengarang: Pak Hasmi.
    Sebuah cara breaking the fourth wall yang sangat keren.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Mas Nemo diminta Gundala menggambar tersangka.
    Gundala Cuci Nama (1974).

    Sembari humblebragging, lucu banget.
    RIP Pak Hasmi. Maturnuwun.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Nasihat dari Bapak yang pernah didengar Sancaka, kini terdengar lagi.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Sancaka tak takut lagi mendengar langit memanggil dirinya.
    Petir pun dihampiri ...

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Slightly lingering shot di nasi ini sebagai pertanda, bahwa racun akan segera beraksi menyerang targetnya: para ibu hamil.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Seorang wakil rakyat terlampau tergesa menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Darah seorang pahlawan (redux).
    Di sinilah pisau penyedot darah beraksi.

    Keberadaan Sancaka sebagai patriot rahasia terdeteksi, karena ada yang menyimak suara langit, dan ke mana petir menyambar.

    Pengambilan darah ini pun diperlihatkan dengan jelas sekali.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Teddy menjatuhkan sekeping logo mesin, lalu ditendang ke kolong biar nggak ketauan. Khas anak kecil banget πŸ˜†

    Foreshadowing asal-usul ornamen kuping ikonik Gundala.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Tersambar petir dengan kuping tak sengaja menempel di penangkal petir.
    Sebuah konduktor yang baik.
    Dan ternyata, jadi tidak sakit.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Konduktor untuk kuping.
    Karet sebagai isolator.
    Goggles.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Pintu theater 1 telah dibuka.
    Bagi Anda yang telah memiliki karcis ....

    πŸ’™ Ibu Maria Oentoe Tinangon. Sejak zaman kaset Sanggar Cerita.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Kekuatan petir sepenuhnya terlepas. Kini dalam kendali.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Ghazul bukanlah tokoh yang tiba-tiba muncul. Ia punya sejarah keluarga yang panjang.
    Dan semakin jelas: ialah yang sesungguhnya memegang kendali.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Di titik ini saya kembali nyaris histeris layaknya fans BTS.
    Karena saya tahu betul apa yang baru saja Ganda Hamdan gali itu.

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Pada titik itu, kepingan jejak yang ditaburkan sepanjang jalannya film tiba-tiba menyatu di kepala saya, dan menjadi terang-benderang.

    Tak urung, saya hanya bisa memaki.
    Fuck, this is so cool!

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office

    Apa boleh buat, dialog eksposisi memang diperlukan πŸ˜†

    Reply Retweet Like

    bicaraboxoffice

    Bicara Box Office